News

Presiden Prabowo Sebut Tagar ‘Indonesia Gelap’ dan ‘Kabur Aja Dulu’ sebagai Rekayasa Bayaran

×

Presiden Prabowo Sebut Tagar ‘Indonesia Gelap’ dan ‘Kabur Aja Dulu’ sebagai Rekayasa Bayaran

Sebarkan artikel ini
peluncuran kopdes merah putih
Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). (Foto: Istimewa)

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak larut dalam pesimisme yang muncul lewat tagar seperti Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu. Pada Minggu, 20 Juli 2025, Prabowo hadir memberikan pidato dalam Kongres PSI di Solo.

Dalam pidatonya, ia menyinggung adanya pihak yang membiayai penyebaran sikap pesimis di media sosial.

“Saya geleng-geleng kepala. Ada orang-orang yang berperan sebagai orang pinter, berperan sebagai pemimpin. Tapi yang disebarkan adalah pesimisme,” ucap Prabowo.

Ia menyebutkan contoh aksi seperti KaburAjaDulu dan Indonesia Gelap yang sempat viral. Bahkan, Prabowo menyatakan dirinya mengetahui siapa sosok di balik gerakan tersebut.

Baca Juga  Jadwal Layanan SIM Keliling Polresta Malang Kota Hari ini Rabu, 10 Desember 2025

“Dan ternyata memang ini adalah rekayasa, ini dibuat-buat, ini dibayar. Oleh siapa? Oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, Indonesia selalu miskin. Koruptor-koruptor itu yang biayai demo-demo itu,” tambahnya.

Presiden kedelapan RI ini menekankan bahwa narasi “Indonesia gelap” tidak sesuai kenyataan, karena menurutnya Indonesia justru kaya raya dan penuh potensi.

“Masa depan Indonesia cerah. Saya sudah lihat angka-angkanya, kekayaan kita luar biasa. Tinggal kita bisa mengelola atau tidak.”

Ia juga menegaskan komitmennya sebagai kepala negara untuk menegakkan konstitusi dan hukum yang berlaku,

Baca Juga  Layanan SIM Keliling Wilayah Kota Surabaya Hari Sabtu, 6 Oktober 2025

“Karena itu, saya hanya minta kekuatan dari Yang Maha Kuasa untuk saya berani menegakkan Undang-Undang Dasar RI,” kata Prabowo.

Mantan Menhan ini menyatakan bahwa pemerintahannya berjalan di jalur yang benar, dan segala bentuk pesimisme yang tersebar hanya upaya menurunkan semangat bangsa.

“Usaha untuk membuat seolah-olah Indonesia dalam keadaan susah, Indonesia dalam keadaan gelap, ekonomi gagal. Itu adalah upaya menurunkan semangat kita dan itu tidak benar,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *