KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hari ini resmi melantik Prof. Dr. Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 123/P Tahun 2025 dan merupakan bagian dari upaya penguatan sektor riset dan inovasi nasional di bawah Kabinet Merah Putih.
Arif Satria, yang sebelumnya dikenal sebagai Rektor IPB University, menggantikan posisi yang diemban oleh Laksana Tri Handoko. Pelantikan ini diharapkan dapat membawa semangat dan arah baru bagi lembaga riset terkemuka di Indonesia, terutama dalam menyelaraskan hasil-hasil riset dengan kebutuhan pembangunan dan prioritas pemerintah, seperti kemandirian pangan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Amarulla Octavian sebagai Wakil Kepala BRIN. Keduanya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden, berjanji untuk setia kepada UUD 1945 dan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi nusa dan bangsa.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran BRIN sebagai motor penggerak inovasi. Dengan latar belakang Arif Satria di bidang pertanian dan kelautan, diharapkan BRIN dapat fokus pada riset-riset strategis yang mendukung ketahanan dan kedaulatan nasional.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Arif Satria lahir di Lampung pada 17 September 1971. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Gelar Doktor ia peroleh dari IPB dalam bidang Sosiologi Pedesaan.
Sebelum ditunjuk memimpin BRIN, Arif Satria menjabat sebagai Rektor IPB University selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027). Di bawah kepemimpinannya, IPB dikenal aktif mendorong inovasi di sektor pertanian dan perikanan, serta mendapat pengakuan sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara.(*)


