Pilar pertama berkaitan dengan tradisi. PRD ingin memastikan nilai dan filosofi yang menjadi identitas paguron tetap terjaga meski perkembangan zaman terus berubah.
“Yang kedua, prestasi olahraga. Kita harus memperkuat dan mengembangkan pembinaan Paguron kita agar bisa menghasilkan atlet-atlet yang bisa bersaing maupun yang berprestasi,” kata Iwan.
Dari Tradisi Menuju Prestasi
Pengembangan atlet menjadi salah satu perhatian dalam kepengurusan PRD Garut periode 2026-2030. Pembinaan diharapkan dapat melahirkan pesilat yang bukan hanya menguasai teknik, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan karakter.
Iwan mengatakan pilar ketiga adalah sinergitas. PRD ingin membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam menjalankan pembinaan generasi muda.
Menurutnya, pencak silat dapat menjadi sarana untuk membentuk anak muda yang tangguh, disiplin, sekaligus memiliki akhlak yang baik.
Dengan kepengurusan baru, Pusaka Riksa Diri diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara akar tradisi dan tuntutan prestasi olahraga.
Pelestarian budaya tetap menjadi pijakan, sementara pembinaan atlet menjadi jalan untuk membawa nama Garut lebih jauh melalui pencak silat Garut.***





