KITAINDONESIASATU.COM – Di balik hiruk pikuk Kota Bogor, berdiri kokoh sebuah bangunan bersejarah yang telah melewati lebih dari satu abad: Overloop Kelder Obelisk atau yang akrab disebut Pos Air Mancur. Lebih dari sekadar bangunan tua, prasasti ini menjadi saksi perjalanan panjang persatuan Kota dan Kabupaten Bogor, sekaligus pengingat bagaimana air bersih pernah menjadi penghubung kehidupan masyarakat.
Pada Sabtu (16/8), Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto resmi menandatangani prasasti cagar budaya ini di kawasan Taman Air Mancur, Sempur, Bogor Tengah. Momentum tersebut bukan hanya soal pelestarian sejarah, tetapi juga penegasan bahwa Bogor Kota dan Kabupaten adalah satu napas dalam memberikan pelayanan terbaik untuk warganya.
“Sejarah mencatat, perkembangan Kota dan Kabupaten Bogor berawal dari satu pemikiran yang sama, yakni bagaimana menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Inilah bukti bahwa kita adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” ungkap Dedie.
Rudy menambahkan, penandatanganan prasasti yang digelar tepat sehari sebelum HUT ke-80 RI ini punya makna istimewa. “Meski hanya setitik air yang mengalir dari bangunan ini, dari situlah sejarah bangsa ikut mengalir. Karena itu, kami tetapkan sebagai cagar budaya,” tegasnya.
Bangunan yang dibangun pada 1922 oleh Waterleiding Bedrijf Buitenzorg di masa kolonial Belanda ini dulu berfungsi sebagai gardu pembagi air bersih dari mata air Ciburial, kaki Gunung Salak, menuju Bogor hingga Batavia (Jakarta). Jaringan pipa raksasa kala itu menjadi urat nadi pasokan air bersih bagi pemerintahan Hindia Belanda dan pemukiman elit Batavia.
Kini, meski usianya lebih dari seratus tahun, Pos Air Mancur tetap berdiri gagah—bukan hanya sebagai saksi sejarah, tetapi juga simbol persatuan dan sinergi antara Kota dan Kabupaten Bogor. Dari prasasti inilah, sejarah, kehidupan, dan persaudaraan terus mengalir untuk generasi mendatang. (Nicko)***


