KITAINDONESIASATU.COM – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung buka suara terkait kebakaran yang terjadi di Tambora, Jakarta Barat hingga menewaskan 5 orang pada Selasa, 15 Oktober 2024.
Menurut Pramono, kurangnya sistem peringatan dini (early warning system) membuat jatuhnya korban tewas pada kebakaran tersebut.
“Jadi gini apapun kebakaran di Jakarta memang, selain tindakan preventif maka tindakan kuratif juga harus dilakukan. Apa yang terjadi, saya kebetulan mengikuti di Tambora ini menunjukkan bahwa early warning sistem kita kurang ya,” ujar Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu 16 Oktober 2024.
Karena itu, Pramono mengatakan, ke depan sistem peringatan dini harus diperbaiki supaya tidak lagi adanya korban tewas dalam musibah kebaran.
“Begitu kebakaran merata baru kemudian dilakukan pemadaman yang mungkin agak terlambat, karena memang kondisinya tidak menyalahkan siapapun ya, kondisinya memang sangat sulit sekali,” tuturnya.
“Untuk itu yang ke depan maka tim yang seperti ini harus diperbaiki,” pungkasnya menambahkan.
Diketahui, sebelumnya Kebaran melanda pemukiman padat penududuk di Tambora, Jakarta Barat (Jakbar) pada hari ini, Selasa (15/10) telah memakan korban. Sebanyak lima orang tewas akibat amukan si jago merah.
“Info sementara 5 orang (meninggal dunia),” kata Kasiops Sudin Gulkarmat Jakbar, Syarifudin.


