KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang urbanisasi pasca-Lebaran mulai jadi sorotan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan keras masyarakat yang ingin mengadu nasib di ibu kota jangan nekat datang tanpa persiapan.
Meski Pemprov DKI memastikan tidak akan menggelar operasi yustisi, Pramono menegaskan satu hal penting—dokumen administrasi wajib lengkap. Ia menekankan, siapa pun yang ingin bekerja di Jakarta harus memenuhi seluruh persyaratan resmi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Tak hanya soal berkas, Pramono juga memberi peringatan terhadap calon pendatang diminta bekerja sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing.
Sinyal lonjakan pendatang pun sudah tercium. Pemerintah memprediksi arus warga yang datang ke Jakarta setelah Lebaran bakal meningkat, seiring banyaknya masyarakat yang mencari peluang kerja di ibu kota.
Namun menariknya, tren jumlah pendatang justru menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2022 jumlahnya sempat menyentuh 27 ribu orang, angka itu terus turun hingga kisaran 16 ribu pada 2025.
Untuk 2026, Pemprov memperkirakan sekitar 10 ribu hingga 12 ribu orang akan masuk Jakarta pasca-Lebaran.
Faktor ekonomi dan kondisi global disebut jadi penyebab turunnya minat urbanisasi. Meski begitu, Jakarta tetap jadi magnet kuat bagi para pencari kerja. (*)

