News

PP Muhammadiyah Pasang Badan Bagi Warga Korban PIK 2

×

PP Muhammadiyah Pasang Badan Bagi Warga Korban PIK 2

Sebarkan artikel ini
pik2tang
Foro istimewa

KITAINDONESIASATU.COM– Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBHAP) PP Muhammadiyah membuka hotline dan jalur pengaduan online bagi masyarakat yang merasa dirugikan akibat pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).

Ajakan ini dilandasi semangat persaudaraan dan keadilan, sebagaimana tertuang dalam ayat suci Alquran, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).

Gufroni, Ketua Advokasi LBHAP PP Muhammadiyah, menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan hukum dan advokasi bagi warga yang hak-haknya terlanggar dalam proses pembangunan PSN PIK2. “Warga yang merasa mengalami kerugian, baik berupa penggusuran, kehilangan mata pencaharian, atau pelanggaran hak lainnya, silahkan melapor ke kami,” ungkapnya, Selasa (24/12/2024).

LBHAP PP Muhammadiyah, lanjut Gufroni, mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam, tetapi aktif melaporkan setiap bentuk pelanggaran yang dialami. “Proses pelaporan dapat dilakukan melalui dua jalur, melalui hotline nomor +62858-6644-3374 untuk berkonsultasi dan melaporkan kasus secara langsung dan pengaduan online dengan menyertakan nama dan detail aduan Anda melalui email officiallbhppmuh@gmail.com,” ungkapnya.

LBHAP PP Muhammadiyah menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memperjuangkan keadilan. Mereka mengajak seluruh pihak yang terdampak PSN PIK2 untuk berani bersuara dan menjadi bagian dari perubahan menuju masyarakat yang lebih adil dan beradab. “Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram LBHAP PP Muhammadiyah@lbhap.ppmuh,” pungkasnya.

Sebelumnya nelayan Kampung Baru Dadap menggelar acara sedekah laut (Nadran) yang merupakan tradisi tahunan nelayan Kampung Baru Dadap sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Sedekah laut ini sekaligus dibarengi dengan aksi penolakan warga terhadap pengembangan PSN PIK 2.

Pimpinan Aliansi Gerakan Reforma Agraria Ranting Dadap, Alwi mengatakatan, ritual Nadran diikuti sekitar 200 perahu nelayan. Sembari melakukan sedekah laut, mereka juga membentangkan spanduk sambil melakukan orasi sebagai tanda penolakan atas pengembangan pembangunan PIK 2 yang mengancam tempat tinggal dan ruang hidup nelayan. “Kehadiran PIK 2 di daratan pesisir Tangerang hingga Serang tidak hanya mengancam perampasan daratan baik tanah maupun pemukiman tetapi juga mengancam perampasan di kawasan lautan di mana ribuan bagan ternak kerang hijau milik nelayan ada di dalamnya,” kata Alwi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *