KITAINDONESIASATU.COM – Kabupaten Ponorogo resmi bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif Dunia untuk kategori Crafts and Folk Art (Kriya dan Seni Rakyat).
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko atau akrab disapa Kang Giri, mengumumkan pencapaian bersejarah ini pada Sabtu (1/11) di Ponorogo.
“Capaian ini menempatkan Ponorogo sejajar dengan 407 kota kreatif dunia yang memiliki ekosistem budaya dan kreativitas berkelanjutan,” ujar Kang Giri.
Menurutnya, penetapan tersebut adalah puncak perjuangan panjang masyarakat Bumi Reog dalam melestarikan seni tradisi sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
“Ini kemenangan seluruh masyarakat Ponorogo. Gelar Kota Kreatif UNESCO adalah pengakuan atas ekosistem budaya hidup yang berakar kuat, mulai dari seni pertunjukan, kerajinan, hingga kriya,” ungkapnya.
Dengan masuknya Ponorogo ke jaringan kota kreatif dunia, kini daerah ini memiliki dua pengakuan UNESCO sekaligus, yakni Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage/ICH) lewat Reog Ponorogo, dan Kota Kreatif Dunia berbasis tradisi dan seni rakyat.
“Reog Ponorogo bukan sekadar tarian. Ia adalah sumber inspirasi, semangat, dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat,”ucap Kang Giri.
Penilaian UNESCO dilakukan karena ekosistem Reog Ponorogo dianggap unik dan menyeluruh, dari pembuatan dadak merak, topeng Bujangganong, kostum, hingga gamelan, semua terhubung dalam rantai ekonomi kreatif yang tumbuh dari akar tradisi.
“Pengakuan ini membuka peluang kolaborasi internasional dan memperkuat sektor budaya daerah. Ponorogo kini bukan hanya milik Jawa Timur, tapi juga milik dunia,” tutup Kang Giri. (*)



