Namun setelah menerima hasil autopsi lengkap dari RS Polri Kramat Jati, Polres Metro Jaktim memastikan bahwa AGS meninggal akibat sakit. “Kesimpulan hasil autopsi korban berinisial AGS meninggal disebabkan oleh penyakit infeksi paru-paru, infeksi virus akut. Tidak ada indikasi selain infeksi virus akut diderita korban,” terang Nicolas.
Selanjutnya, Polres Jaktim akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini ada atau tidaknya perbuatan pidana. “Kalau ada, kita naikkan ke penyidikan. Kalau tidak ada, berarti kami akan menghentikan kasus ini,” tutup Kapolres.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah perempuan berusia 5 tahun diduga menjadi korban rudapaksa orang terdekatnya. Bocah malang yang kesakitan itu pun tewas usai menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit.
AG, gadis malang yang menghembuskan nafas terakhirnya diduga akibat luka berat dibagian kemaluan dan anusnya. Pelakunya diduga adalah orang terdekat yang selama ini tinggal bersamanya di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Ketua RT tempat tinggal korban, Zaelani mengatakan, dugaan kasus rudapaksa itu terjadi ketika AG yang tinggal bersama neneknya itu mengeluhkan sakit ketika buang air kecil dan buang air besar. “Karena kesakitan, akhirnya itu anak dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo untuk diobati,” katanya, Jumat (6/12). (*)

