KITAINDONESIASATU.COM – Kasus kematian Brigjen TNI (Purn) Hendrawan Ostevan yang ditemukan tewas di laut Marunda, ternyata menyisakan persoalan. Pasalnya, kendaraan yang digunakan korban hingga kini belum ditemukan.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardy Marasabessy mengatakan, hingga kini pihaknya masih mencari mobil yang diduga dikendarai mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) ini.
“Yang pasti sekarang pencarian mobil, melibatkan tim dari Basarnas untuk mencari mobil, untuk fakta-fakta lainnya masih kita lakukan pendalaman,” kata Ressa Kamis (161).
Dikatakan AKBP Ressa, diduga kuat mobil tersebut diduga ikut tercebur bersama korban di perairan Marunda, Jakarta Utara pada Jumat (10/1). “Itu berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menunjukkan bahwa mobil tersebut terjun ke laut sudah kita dapatkan,” ujarnya.
Menurut Ressa, berdasarkan rekaman CCTV terlihat korban menyetir mobil seorang diri. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban sebelum ke Marunda sempat pergi ke Tangerang.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban ke Tangerang, dari situ berdasarkan analisa IT, ya korban ini putar-putar sampai ke Bogor, ke Senen, ujungnya ke Cilincing, dan terakhir ke Marunda,” paparnya.
Selain memeriksa beberapa alat bukti, sambung Ressa, pihaknya juga telah melakukan wawancara kepada keluarga korban. Itu dilakukan untuk mengetahui profil korban seperti apa sehari-harinya.
“Kalau dari pihak keluarga juga tidak ada musuh, tidak ada masalah, sampai saat ini seperti itu. Tapi masih, kita masih mencari juga orang siapa yang terakhir bertemu korban,” ungkap Ressa.
Sebelumnya diberitakan, Purnawirawan TNI berpangkat Brigjen ditemukan tewas mengambang di Perairan Marunda, Jakarta Utara. Mobil yang dikendarai korban menyemplung ke Dermaga KCN Marunda hingga kini belum ditemukan.
Tewasnya Brigjen (Purn) Hendrawan Osteven terjadi pada Jumat (10/1/2025) malam. Saat ditemukan, dari pakaian yang dikenakan korban didapati kartu anggota TNI dan BIN atas nama korban. (*)
