Profesionalisme dan Humanisme Jadi Kunci
AKBP Asep Pujiono menekankan bahwa latihan ini merupakan bagian dari penguatan kesiapan personel agar dapat mendeteksi dini, merespons cepat, serta bertindak profesional dan humanis.
“Personel harus tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam setiap tindakan. Kepercayaan publik dibangun dari profesionalisme di lapangan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi yang dijadwalkan berlangsung 1–10 Mei 2025 harus sesuai dengan SOP dan aturan hukum yang berlaku, demi memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Paparan Teknis dan Kolaborasi Lintas Fungsi
Kegiatan pembukaan Latpraops turut melibatkan pemaparan dari sejumlah fungsi teknis kepolisian, seperti Irwasda (pengawasan), Karoops (pengarahan operasional), Ditreskrimum, Ditsamapta, Ditintelkam (penanganan target operasi), dan Bid Humas (koordinasi informasi).
Dengan pendekatan yang terstruktur dan kolaboratif, Polda Jabar berharap Operasi Pekat II Lodaya 2025 dapat berjalan lancar, efektif, serta mampu menjaga stabilitas kamtibmas secara menyeluruh di wilayah hukum Jawa Barat.***



