News

PM Polandia Tuduh Berang-berang Penyebab Banjir Besar

×

PM Polandia Tuduh Berang-berang Penyebab Banjir Besar

Sebarkan artikel ini
banjir polandia
Kondisi banjir di kawasan Lewin Brzeski, Polandia. foto: tangkapan layar video @dailymotion

KITAINDOPNESIASATU.COM – Hujan deras membuat sungai-sungai meluap menyebabkan 2,39 juta orang terdampak banjir di 749 kota dan desa di wilayah negara Polandia.

Dari jumlah tersebut, puluhan ribu orang terdampak banjir secara langsung.

Sedikitnya 20 orang tewas dan 6.544 orang diungsikan di bagian barat daya Polandia.

Dalam beberapa hari terakhir, Badai Boris menerjang seluruh wilayah Eropa Tengah, menyebabkan hujan lebat dan membuat sungai-sungai, terutama sungai Danube, meluap.

Polandia, Republik Ceko, Slovakia, dan kawasan Pegunungan Alpen di Jerman selatan dan Austria, menjadi wilayah yang terdampak paling parah.

Disisi lain Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk menyatakan perang terhadap berang-berang, hewan ini dituduh biang terjadinya banjir.

Hewan pengerat paling rajin ini dianggap bertanggung jawab atas musibah banjir yang melanda seluruh negeri.

“Terkadang kita harus memilih antara kecintaan kita terhadap hewan dan keselamatan kota, desa, dan integritas bendungan,” kata Tusk, mengacu pada banjir dasyat 2010. Saat itu, Polandia menuduh berang-berang menyebabkan kerusakan besar di tanggul.

Menurut PM Tusk, mahluk itu harus disalahkan atas bencana banjir, dan tindakan terhadapnya sangat diperlukan.

“Sesuai aturan yang berlaku, lakukan apa yang kalian harus lakukan, saya akan membela keputusan ini,” kata PM Tusk sembari mengatakan bendungan adalah prioritas utama saat ini.

Berang-berang, dan hewan pengerat lainnya, seringkali menjadi tersangka atas bencana alam ini.

Maklum, berang-berang menyumbat kanal buatan manusia, menggali terowongan melalui tanggul, dan menambahkan struktur tanah dari dalam

Namun pemerhati lingkungan setempat mengingatkan bahwa berang-berang adalah bagian penting ekosistem.

Hewan-hewan ini mencegah banjir dan kekeringan, dengan cara mengatur aliran sungai di hilir.

Banjir besar yang melanda Polandia pada September 2024 telah menyebabkan dampak yang sangat serius, dengan lebih dari 2,39 juta orang terpengaruh di 749 kota dan desa.

Banjir ini dipicu oleh hujan deras akibat Badai Boris, yang juga mempengaruhi negara-negara tetangga seperti Republik Ceko dan Austria.

Hingga saat ini, setidaknya 20 orang dilaporkan tewas, dan sekitar 6.544 orang telah diungsikan dari daerah yang paling parah terkena dampak, terutama di wilayah barat daya Polandia seperti Zgorzelec dan Wroclaw.

Infrastruktur di daerah yang terdampak mengalami kerusakan parah. Menurut laporan, 11.502 rumah dan apartemen rusak atau terendam air, serta 6.033 fasilitas rumah tangga dan 724 fasilitas publik, termasuk sekolah dan jalan, juga terpengaruh.

Di Lewin Brzeski, beberapa area terendam hingga ketinggian satu meter, memaksa evakuasi menggunakan perahu.

Pemerintah Polandia telah memperluas status darurat bencana untuk mencakup wilayah-wilayah yang paling parah terkena dampak.

Tim penyelamat bekerja keras untuk memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar bagi para korban terpenuhi. Namun, tantangan besar tetap ada dalam upaya pemulihan dan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir ini.

Kondisi cuaca yang tidak menentu masih mengancam wilayah tersebut, sehingga penduduk diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *