KITAINDONESIASATU.COM – Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari, memaparkan capaian kinerja dan evaluasi pertanggungjawaban Triwulan II kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Jakarta, Senin 21 Oktober 2024.
Dalam ekspos yang berlangsung di Gedung Kemendagri, Hery memaparkan sejumlah prestasi dan tantangan yang dihadapi selama triwulan tersebut.
“Evaluasi ini mencakup lima indikator utama yang menjadi perhatian, yakni inflasi, penanganan stunting, pelayanan publik, netralitas ASN, dan pengelolaan anggaran perubahan,” jelas Hery, kepada kitaindonesiasatu.com.
Ia menekankan pentingnya menjaga netralitas ASN, yang menjadi sorotan dalam rangka menjaga integritas pemerintahan.
Hery juga menyoroti beberapa terobosan inovatif yang telah diluncurkan pemerintah kota untuk mempercepat capaian target kinerja.
“Untuk triwulan ini, kami fokus mempercepat 10 indikator utama, ditambah beberapa masukan dari evaluator berdasarkan 106 indikator total yang ada,” tambahnya.
Dalam sesi evaluasi, Kemendagri memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih Kota Bogor, khususnya dalam akselerasi penyelesaian sejumlah program prioritas. Namun, beberapa catatan penting juga diberikan, terutama terkait peningkatan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar pelayanan publik.
Evaluator Kemendagri yang hadir dalam sesi tersebut, Siti Marlina, menyampaikan, “Kami mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Pemkot Bogor. Meski begitu, kami berharap ada peningkatan dalam penyusunan laporan anggaran perubahan dan penyempurnaan format laporan terkait netralitas ASN.”


