News

Pj Gubernur Sulsel Terobos Banjir, Serahkan Bantuan di Soppeng

×

Pj Gubernur Sulsel Terobos Banjir, Serahkan Bantuan di Soppeng

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh, menerjang banjir setinggi paha orang dewasa di Kelurahan Cabbenge, Kabupaten Soppeng. (Ist/Humas Pemprov)
Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh, menerjang banjir setinggi paha orang dewasa di Kelurahan Cabbenge, Kabupaten Soppeng. (Ist/Humas Pemprov)

KITAINDONESIASATU.COM – Meski intensitas hujan mulai menurun, namun sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan masih digenangi banjir. Kondisi itu mendorong Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh, untuk mengecek kondisi banjir terkini di Kabupaten Soppeng.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatanan ini telah mendatangi lokasi banjir di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep. Di Kabupaten Soppeng, Prof. Zudan menerobos banjir di Kelurahan Cabbenge.

Sebanyak 300 rumah warga masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Pj Gubernur Sulsel pun menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir yang terjadi sejak hari Minggu (22/12/2024).

Ia menilai, banjir yang terjadi di Kabupaten Soppeng selain karena curah hujan yang tinggi, juga karena kiriman dari Kabupaten Bone. “Kita sama-sama melihat dari hulunya semua, ujungnya yang ada di Bone, kemudian curah hujannya yang tinggi,” ujar Prof. Zudan, Rabu (25/12/2024).

Tak hanya merendam rumah warga, banjir di Soppeng juga merendam persawahan warga serta sejumlah fasilitas umum seperti jembatan mengalami kerusakan. Prof. Zudan pun meminta ke Dinas Pertanian untuk melakukan pendataan terhadap petani yang gagal panen dan  pihaknya akan menyiapkan bibit bantuan terhadap para petani.

Selain itu infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak dihantam banjir akan dilakukan perbaikan sesuai alokasi anggaran. “Kami akan siapkan bersama tim, kalau dimungkinkan dengan bantuan keuangan khusus nanti akan kita lihat. Itu untuk APBD 2025, karena APBD 2024 sudah habis masa waktunya, dan juga saya akan sampaikan kepada gubernur yang terpilih,” sebutnya.

Banjir di Soppeng menyebabkan sebanyak 8.000 jiwa terdampak dan 6.000 hektar lahan menjadi gagal tanam. Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak menjelaskan, Kecamatan Lilirilau yang paling parah diterjang banjir.

“Jadi yang terparah di tempat kita berada di sini. Kemarin sampai dua meter, Alhamdulillah pagi-pagi sudah turun,” tutupnya. (Fit/Yo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *