“Kami akan menguatkan koordinasi bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah agar masyarakat tahu terkait program ini. Harapannya, masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan dan terdeteksi dini jika ada masalah atau penyakit. Adapun setelah itu bisa dilanjutkan pengobatan dan perawatan kesehatannya,”imbuh Teguh.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menambahkan, program CKG memiliki kategori peserta sesuai usianya. Ada kelompok bayi baru lahir (usia 2 hari), balita dan anak prasekolah (usia 1-6 tahun), dewasa (usia 18-59 tahun), serta lanjut usia (di atas 60 tahun). Ani menyebut, masing-masing kelompok usia memiliki jenis pemeriksaan yang berbeda-beda.
“Intinya, pemeriksaan dilakukan berdasarkan berat dan tinggi badan, lalu lingkar perut untuk dewasa, pemeriksaan gula darah, hemoglobin, kemudian pemeriksaan kesehatan gigi. Kalau ada risiko, kita akan melanjutkan dengan cek hasil laboratorium dan urium gratinin dan HIV. Selain itu, ada pemeriksaan IKG apabila ada risiko, serta deteksi dini untuk kanker payudara menggunakan pemeriksaan sadanis, kanker paru dan kanker serviks menggunakan IVA test,” pungkas Ani Ruspitawati. (Aldi/aps)



