News

Pj Gubernur Agus Fatoni Siapkan Tim Reaksi Cepat Tangani Bencana Sumut

×

Pj Gubernur Agus Fatoni Siapkan Tim Reaksi Cepat Tangani Bencana Sumut

Sebarkan artikel ini
tim reaksi cepat
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, telah membentuk tim reaksi cepat multisector yang didukung oleh berbagai stakeholder terkait. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM -Menghadapi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi dan potensi bencana, Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni, melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, telah membentuk tim reaksi cepat multisektor. Tim ini didukung oleh berbagai stakeholder terkait di Sumut.

Fatoni menjelaskan bahwa tugas tim reaksi cepat antara lain adalah respons cepat dalam penanganan darurat, penanganan wabah malaria dan DBD, termasuk di Nias Selatan, serta dukungan pencarian dan penyelamatan saat bencana terjadi, bersama dengan bantuan lainnya.

Tim ini akan selalu siap untuk menangani bencana dengan cepat, mengingat sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumut, saat ini sedang memasuki puncak musim hujan dengan curah hujan sedang hingga lebat.

“Di beberapa daerah, curah hujan bahkan melebihi normal, yang mengakibatkan terjadinya bencana,” kata dia.

Fatoni juga menyatakan bahwa beberapa daerah yang terdampak bencana sudah mulai pulih. Meskipun begitu, Pemprov Sumut belum menetapkan status kebencanaan karena beberapa wilayah sudah menunjukkan perbaikan dan penurunan dampak bencana, yang masih dalam tahap evaluasi.

Fatoni mengajak seluruh stakeholder di Sumut untuk bersama-sama melaksanakan mitigasi dan penanganan bencana. Menurutnya, penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian mengingatkan akan potensi hujan dengan curah tinggi di bulan November dan Desember, yang berdasarkan data 10 tahun terakhir, merupakan periode dengan kejadian bencana terbanyak.

Sumut tercatat sebagai provinsi kelima terbanyak dengan 258 kejadian bencana dalam 10 tahun terakhir, dengan banjir sebagai bencana yang paling sering terjadi.

Rustian juga menyampaikan arahan dari Kepala BNPB Suharyanto, antara lain, kabupaten/kota dengan histori bencana tinggi dapat menetapkan status siaga darurat berdasarkan prediksi cuaca ekstrem dari BMKG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *