… lanjutan Ping Chayada Meninggal Dunia
Keesokan harinya setelah sesi pijat pertama, Chayada mulai merasakan keanehan pada tubuhnya, nyeri di bagian belakang leher lalu kemudian Ia meminum obat pereda nyeri. Ia juga sempat menceritakan pengalaman pijatnya di Facebook miliknya, termasuk menjalankan teknik kretek leher.
Meskipun demikian, Ping Chayada kembali mendatangi tempat pijat tersebut untuk melakukan 2 sesi pijat yang lainnya. Kondisinya semakin parah yang membuat sang Ibu menjadi khawatir putrinya mengalami dislokasi tulang, karenanya sang ibu membawa Chayada ke dokter untuk melakukan rontgen.
Chanthakan menuturkan, “Dokter yang memeriksa Ping di Rumah Sakit Udon Thani tidak percaya bahwa pijat leher dan bahu biasa dapat menyebabkan dislokasi tulang belakang. Mereka bahkan mencurigai putri saya menggunakan narkoba saat melihat tangannya gemetar. Akhirnya, mereka hanya meresepkan obat pereda nyeri dan menyuruh kami pulang, meskipun kami sudah meminta rontgen.”
Pada tanggal 30 Oktober, Ping Chayada dibawa ke rumah sakit Piboonrak untuk pemeriksaan lebih lanjut Dari sana, ia dirujuk ke rumah sakit Nonghan pada 1 November, di mana hasil rontgen mengonfirmasi adanya dislokasi vertebra serviks.
Ia kemudian dirawat kembali di Rumah Sakit Udon Thani untuk perawatan. Namun, kondisinya memburuk dengan cepat, menyebabkan radang otak, sepsis, dan pneumonia parah. Ia dipindahkan ke ICU untuk perawatan darurat.
Setelah mendapatkan perawatan, kondisinya sempat membaik, dan ia diizinkan pulang. Namun, pada 18 November, Chayada kembali mengalami kekakuan tubuh dan kejang.


