KITAINDONESIASATU.COM – Departemen Kepolisian New York (NYPD) merilis gambar terbaru pada Kamis, 5 Desember 2024, yang memperlihatkan dengan jelas wajah seorang pria yang diduga menembak dan membunuh CEO UnitedHealthcare, Brian Thompson, pada Rabu pagi di Manhattan.
Penyelidikan intensif terus berlanjut. Teka teki tersangka semakin terungkap berkat munculnya petunjuk penting.
Gambar-gambar baru tersebut diambil dari kamera keamanan di sebuah asrama di Upper West Side, Manhattan, tempat polisi menduga tersangka menginap.
Sebelumnya, tersangka terlihat mengenakan topeng dalam rekaman. Namun, foto terbaru menunjukkan wajah pria muda tersebut tanpa penutup, termasuk satu foto di mana ia tampak tersenyum dan lainnya dengan ekspresi serius serta tudung jaket terangkat.
Sementara tersangka masih dalam pelarian, polisi terus berupaya mengidentifikasi pelaku dengan menyisir rekaman dari berbagai kamera pengawas publik dan swasta.
Penyelidik juga menggunakan drone dan anjing pelacak, serta memeriksa data terkait sepeda listrik yang digunakan dalam kejahatan tersebut.
Awalnya, polisi menduga sepeda listrik itu milik jaringan Citi Bike umum di kota. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa kendaraan tersebut mungkin merupakan sepeda listrik pribadi tanpa tanda.
Petunjuk lain yang ditemukan termasuk ponsel, rekaman video, dan selongsong peluru di lokasi kejadian.
Selongsong itu bertuliskan kata-kata seperti “menyangkal”, “mempertahankan”, dan “menyingkirkan”.
Kata-kata ini mungkin merujuk pada buku Delay Deny Defend, yang mengkritik perusahaan asuransi kesehatan di AS.
Namun, hingga Kamis sore, pihak berwenang belum secara resmi menyebut motif ini sebagai penyebab kejahatan.
Polisi juga menggeledah asrama tempat tersangka menginap, menemukan sidik jari pada barang-barang seperti ponsel dan botol air. Bukti tersebut sedang dianalisis untuk mengungkap identitas tersangka.
Komisaris Polisi New York, Jessica Tisch, menyatakan bahwa insiden ini tampaknya bukan kekerasan acak.
“Semua indikasi menunjukkan bahwa ini adalah serangan yang direncanakan dan terarah,” ujarnya.- ***
Sumber: The Guardian


