News

Pesan Batutulis, Misi Budaya Bogor di Forum Bergengsi CHANDI 2025

×

Pesan Batutulis, Misi Budaya Bogor di Forum Bergengsi CHANDI 2025

Sebarkan artikel ini
chandi
Suasana pelaksanaan CHANDI 2025 di Denpasar, Bali, yang mempertemukan kepala daerah dan pelaku kebudayaan dari seluruh Indonesia (KIS/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Upaya menjadikan budaya sebagai alat diplomasi dan pembangunan berkelanjutan mendapat momentum penting dalam ajang Culture, Heritage, Art, Narratives, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 yang digelar di Denpasar, Bali, Kamis 4 September 2025 kemarin. Forum berskala nasional dan internasional itu menjadi titik temu para pemangku kepentingan kebudayaan, termasuk kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang turut hadir membawakan agenda strategis kebudayaan Kota Bogor.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, para kepala daerah dan Kepala Balai Pelestarian Wilayah diberi kesempatan menyampaikan capaian dan tantangan dalam pelestarian cagar budaya di wilayah masing-masing.

“Tadi masing-masing diberikan kesempatan untuk menyampaikan progres dari perlindungan cagar budaya dan juga perkembangan museum daerah,” tutur Dedie Rachim di Kota Bogor, Minggu 7 September 2025.

Dedie Rachim menjelaskan bahwa dalam forum tersebut, ia turut memaparkan rencana integrasi antara situs Bumi Ageung Batutulis dengan Prasasti Batutulis yang menjadi salah satu aset sejarah penting di Kota Bogor.

“Yang nantinya akan kita kembangkan menjadi objek tujuan wisata pendidikan yang representatif di Kota Bogor. Tadi juga sudah kita sampaikan, mudah-mudahan mendapatkan perhatian khusus,” ucapnya.

Baca Juga  Halmahera Barat Diguncang Gempa M 6,2

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan pentingnya forum CHANDI sebagai platform untuk menyatukan visi dalam pembangunan kebudayaan, sekaligus meneguhkan peran budaya sebagai instrumen diplomasi.

“Sejak berdirinya Kementerian Kebudayaan pada 21 Oktober 2024 yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, bangsa Indonesia memiliki tonggak baru dalam percepatan pembangunan kebudayaan,” ujar Fadli.

Ia juga menegaskan, budaya bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi merupakan kekuatan lunak (soft power) yang mampu membangun perdamaian dan kesejahteraan bersama.

“Sesuai Asta Cita ke-8, Presiden Prabowo Subianto memiliki visi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta memperkuat keselarasan hidup yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya. Untuk itu, kami percaya bahwa kebudayaan bukan hanya cerminan masa lalu, melainkan alat yang kuat untuk diplomasi dan pembangunan perdamaian,” ucapnya.

Baca Juga  Blora Sambangi Bogor, Regulasi Pertanian Organik hingga PAD Jadi Bahan Studi Tiru

Gagasan tersebut turut tercermin dalam “Bali Cultural Initiative Declaration” yang diadopsi secara mufakat oleh 35 negara dalam pertemuan tingkat menteri sehari sebelumnya, Rabu 3 September 2025 kemarin. Deklarasi ini menegaskan komitmen global untuk mempromosikan keragaman budaya, melindungi nilai luhur warisan budaya, serta memperkuat diplomasi budaya sebagai jembatan menuju pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *