KITAINDONESIASATU.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan adanya belasan perusahaan yang tengah bersiap melantai di pasar modal melalui skema penawaran umum perdana saham atau IPO.
Dari total tersebut, mayoritas berasal dari kelompok perusahaan dengan skala aset besar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa hingga akhir Maret 2026 terdapat 12 perusahaan dalam antrean pencatatan saham.
Sebanyak 11 di antaranya merupakan perusahaan dengan aset di atas Rp250 miliar, sementara satu lainnya masuk kategori menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Komposisi Sektor dan Perkembangan Pasar
Dari sisi sektor usaha, perusahaan yang bersiap IPO berasal dari beragam industri. Tiga perusahaan berasal dari sektor barang konsumen primer, dua dari infrastruktur, dan dua lainnya dari sektor teknologi.
Selain itu, terdapat dua perusahaan di bidang kesehatan, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor energi, keuangan, serta transportasi dan logistik.
Meski antrean IPO cukup ramai, hingga 27 Maret 2026 belum ada perusahaan baru yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI.
Dengan demikian, jumlah emiten di pasar modal Indonesia masih bertahan di angka 956 perusahaan, sama seperti posisi akhir tahun sebelumnya.
Di sisi lain, aktivitas penghimpunan dana melalui instrumen utang dan sukuk tetap berjalan aktif. BEI mencatat terdapat 45 emisi dari 30 penerbit dengan total dana mencapai Rp50,87 triliun.
Selain itu, masih ada puluhan emisi lainnya yang berada dalam antrean penerbitan.
Sementara itu, aksi korporasi berupa rights issue juga terus berlangsung, dengan tiga perusahaan telah merealisasikan aksi tersebut dan satu perusahaan lainnya tengah menunggu giliran, terutama dari sektor properti.(*)


