News

Pertemuan Strategis DPR dan AS: Indonesia Tegaskan Sikap Independen

×

Pertemuan Strategis DPR dan AS: Indonesia Tegaskan Sikap Independen

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 7
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, foto bersama. [Foto: dpr.go.id]

KITAINDONESIASATU.COM – Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menekankan pentingnya hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat dan China setelah menerima kunjungan Counselor for Political Affairs AS, David V. Muehlke, serta Reva Price dari U.S.-China Economic and Security Review Commission di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, pada Kamis (6/3/2025).

Pertemuan ini membahas pandangan Indonesia terhadap kedua negara serta dinamika hubungan yang telah terjalin.

Utut menjelaskan bahwa diskusi dalam pertemuan tersebut berfokus pada tiga aspek utama, yaitu sejarah hubungan Indonesia dengan China, sejarah hubungan dengan Amerika Serikat, serta arah kebijakan Indonesia ke depan dalam menjalin relasi dengan kedua negara.

Baca Juga  Layanan Haji dan Umrah Akan Ditingkatkan, DPR Bahas Sinergi Antar Lembaga

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin berpihak pada salah satu blok kekuatan besar, melainkan berupaya menjaga keseimbangan dalam hubungan internasionalnya.

“Indonesia tidak ingin masuk dalam salah satu blok. Kami ingin menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat sekaligus mempererat kerja sama, khususnya dalam sektor perdagangan, dengan China,” ujar Utut, dikutip dari Parlementaria pada Jumat, 7 Maret 2025.

Ia menambahkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk tetap independen dalam menentukan arah kebijakan luar negerinya tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Selain itu, pertemuan ini berlangsung secara terbuka dan penuh keterusterangan.

Baca Juga  DPR Panggil Fadli Zon Usai Pernyataan Kontroversial soal Rudapaksa Mei 1998

“Kami berbicara secara jujur, bukan hanya sekadar pertemuan formal. Ini bukan pertemuan basa-basi, melainkan diskusi yang memiliki arti penting bagi kedua negara,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh tujuh anggota DPR dari berbagai partai politik, termasuk PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, NasDem, PAN, dan PKS. Utut menegaskan bahwa diskusi yang dilakukan memiliki makna historis, terutama dalam membahas akar hubungan Indonesia dengan China dan Amerika Serikat.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *