KITAINDONESIASATU.COM – Ribuan warga Lebanon melarikan diri dari pemboman yang terus berlangsung di wilayah selatan Lebanon pada Selasa, 24 September 2024.
Israel melancarkan “serangan besar-besaran” ke target Hizbullah, termasuk di pinggiran selatan Beirut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan serangan itu bertujuan untuk menekan Hizbullah yang dianggap telah membawa Lebanon ke “ambang kehancuran”.
Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa perang ini bukan dengan rakyat Lebanon, melainkan dengan Hizbullah.
Serangan udara Israel menghantam daerah Dahieh, basis Hizbullah di Beirut, menghancurkan bagian atas gedung apartemen.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan enam orang dan melukai 15 lainnya, termasuk komandan divisi rudal Hizbullah, Abu Issa.
Hizbullah membalas dengan menargetkan beberapa fasilitas militer Israel, sementara serangan roket dari Lebanon ke wilayah utara Israel juga berlanjut.
Pertempuran tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa AS dan Iran, yang masing-masing mendukung Israel dan Hizbullah, dapat terseret dalam konflik lebih besar.
Sementara itu, di New York, para pemimpin dunia di majelis umum PBB menyerukan de-eskalasi konflik. Namun, upaya diplomatik sejauh ini belum berhasil.
Di sisi lain, ribuan warga Lebanon terpaksa mengungsi ke tempat penampungan darurat di sekolah-sekolah dan kota-kota pesisir.
Di tengah serangan yang terus berlanjut, Israel memperingatkan warga untuk segera meninggalkan wilayah yang diyakini menjadi tempat penyimpanan senjata Hizbullah.
Sementara pihak Hizbullah menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa serangan Israel juga menargetkan warga sipil.- ***
Sumber: The Guardian

