News

Pertamina Tambah Produksi Minyak dan Gas Usai Rampungkan Proyek OO-OX

×

Pertamina Tambah Produksi Minyak dan Gas Usai Rampungkan Proyek OO-OX

Sebarkan artikel ini
Pertamina Tambah Produksi Minyak
Pertamina Tambah Produksi Minyak

KITAINDONESIASATU.COMPertamina Hulu Energi Offshore North West Java menyatakan kesiapan untuk meningkatkan produksi minyak sekitar 3.000 barel per hari (BOPD) serta gas bumi sebesar 21–22 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Peningkatan Pertamina ini dilakukan setelah perusahaan menuntaskan fase krusial berupa penghentian operasi sementara (total shutdown) dan proses penyambungan jaringan (tie-in) dalam Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX.

Manajemen menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan sebelum mendorong percepatan produksi.

Proyek OO-OX kini memasuki tahap commissioning dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026.

Baca Juga  Terungkap! Ini Titik Lokasi Serpihan ATR 42-500 yang Ditemukan Tim SAR di Gunung Bulusaraung

Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan pasokan minyak dan gas domestik.

Fase Kompleks Proyek Pertamina dan Dukungan Ketahanan Energi

Proses tie-in jaringan pipa dari sumur menuju fasilitas pengolahan di Balongan dilakukan pada awal Februari 2026 dengan penghentian operasi selama 120 jam.

Tahapan ini mencakup peningkatan sistem, penyambungan pipa, serta instalasi kelistrikan dan instrumen yang dikerjakan secara simultan di tengah tantangan cuaca.

Keberhasilan penyelesaian fase tersebut dinilai penting untuk menjaga pasokan gas ke kilang serta memastikan kelangsungan produksi bahan bakar minyak nasional.

Baca Juga  Naik Rp 3.000 Harga Emas Hari Ini Jadi Rp 1.932.000 per GM

Proyek ini juga disebut sebagai salah satu tahap paling kompleks karena melibatkan integrasi antara aset lama dan sistem baru guna meningkatkan efisiensi operasional.

Selain itu, keberhasilan proyek didukung kolaborasi lintas fungsi dan penerapan standar keselamatan kerja yang ketat.

Selama pelaksanaan, tercatat lebih dari tiga juta jam kerja aman, mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan di tengah proyek berisiko tinggi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *