News

Perahu Karet Lawan Arus, Damkar Selamatkan Ibu dan Balita dari Banjir Cengkareng

×

Perahu Karet Lawan Arus, Damkar Selamatkan Ibu dan Balita dari Banjir Cengkareng

Sebarkan artikel ini
IMG 20250129 093419
Dok. Banjir di Jakarta.

KITAINDONESIASATU.COM – Banjir setinggi satu meter yang merendam kawasan permukiman warga di Jalan Pulo Indah Raya, RT 10 RW 08, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, memaksa petugas mengevakuasi kelompok rentan pada Jumat (23/1). Ibu hamil, balita, hingga lansia harus diselamatkan dari kepungan air yang terus meninggi sejak pagi hari.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat turun langsung ke lokasi dengan perahu karet, menembus genangan banjir berwarna cokelat pekat yang nyaris tak terlihat dasarnya.

Pemandangan dramatis pun tersaji. Di atas perahu karet, seorang ibu muda tampak memeluk erat anak balitanya. Tangannya menggenggam sisi perahu, sementara payung merah muda menaungi mereka dari hujan. Wajah sang ibu menyiratkan kecemasan, matanya terus bergantian menatap bayinya dan titik daratan kering yang dituju.

Di sisi lain, tiga petugas pemadam kebakaran dari Pos Taman Palem, Cengkareng, berjibaku mendorong dan menarik perahu karet tersebut. Arus banjir yang telah mencapai pinggang orang dewasa tak menyurutkan langkah mereka demi memastikan evakuasi berjalan aman.

Nisa (30), ibu yang berada di atas perahu, mengaku terpaksa mengungsi demi keselamatan anaknya yang masih balita. Awalnya, ia sempat berniat bertahan di rumah.

Baca Juga  Tim SAR Temukan Remaja yang Hanyut di Sungai Deli Medan

“Awalnya mau nunggu di rumah. Tapi airnya naik terus dari pagi. Takut makin dalam dan susah keluar, kasihan anak,” ujar Nisa dengan suara lirih.

Ia memilih mengungsi ke rumah kakaknya di kawasan Semanan yang bebas banjir. Kekhawatiran akan pemadaman listrik dan sulitnya akses air bersih membuatnya tak ingin mengambil risiko lebih besar.

“Kalau saya sih mungkin masih bisa. Tapi anak saya kasihan,” katanya.

Nisa juga sempat terpikir menerobos banjir dengan berjalan kaki bersama suaminya. Namun, niat itu urung dilakukan karena kondisi air yang sudah terlalu tinggi.

Baca Juga  Ahmad Muzani Resmi Jabat Ketua, Berikut Susunan Lengkap Pimpinan MPR RI 2024-2029

“Ngeri kalau jalan kaki. Airnya sudah sepinggang. Akhirnya nunggu saja, alhamdulillah Damkar datang bawa perahu,” tuturnya.

Dengan membawa satu tas ransel berisi pakaian ganti dan perlengkapan bayi seadanya, Nisa berharap banjir yang terus berulang di Jakarta bisa segera menjadi masa lalu.

“Semoga cepat surut dan enggak banjir-banjir lagi. Kasihan anak-anak kecil,” ucapnya penuh harap. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *