News

Penyelidikan Internasional Terhadap Penjualan Pager ke Hizbullah, Seorang Pria Norwegia Dinyatakan Hilang

×

Penyelidikan Internasional Terhadap Penjualan Pager ke Hizbullah, Seorang Pria Norwegia Dinyatakan Hilang

Sebarkan artikel ini
FotoJet 31 1
Alat komunikasi pager

KITAINDONESIASATU.COM – Polisi Norwegia telah mengeluarkan surat perintah penggeledahan internasional untuk seorang pria India yang memiliki kewarganegaraan Norwegia. Surat penggeledahan itu terkait penjualan pager kepada kelompok militan Lebanon, Hizbullah, yang mengalami ledakan minggu lalu dan mengakibatkan puluhan orang tewas.

Rinson Jose, 39 tahun, pendiri sebuah perusahaan di Bulgaria yang diduga terlibat dalam rantai pasokan pager tersebut, dilaporkan hilang saat melakukan perjalanan bisnis ke AS minggu silam.

Pada Kamis, 26 September 2024, kepolisian Oslo menyatakan, “Kemarin, distrik kepolisian Oslo menerima laporan mengenai orang hilang yang terkait dengan kasus pager. Kami telah membuka kasus orang hilang dan mengirimkan surat perintah internasional untuk individu tersebut”.

Ketika dihubungi Reuters, Jose enggan berkomentar mengenai pager itu dan menutup telepon setelah ditanya tentang bisnisnya di Bulgaria. Ia kemudian tidak merespons beberapa panggilan dan pesan yang dikirim kepadanya.

Perusahaan tempatnya bekerja, DN Media Group, menjelaskan bahwa Jose, yang bertugas di departemen penjualan perusahaan media Norwegia itu, pergi menghadiri sebuah konferensi di Boston pada 17 September, dan sejak keesokan harinya, mereka tidak dapat menghubunginya.

Menurut informasi yang diperoleh dari daftar perusahaan Bulgaria, Jose mendirikan Norta Global Ltd yang berlokasi di Sofia pada tahun 2022.

Pihak berwenang Bulgaria sedang menyelidiki keterlibatan perusahaan tersebut dalam penyediaan pager, namun belum menemukan bukti bahwa pager tersebut dibuat atau diekspor dari Bulgaria.

Jose merupakan warga negara Norwegia dan dilahirkan di negara lain, seperti yang dilaporkan oleh lembaga penyiaran NRK.

Ledakan pager yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dituduh dilakukan oleh Israel, menyebabkan 12 orang tewas, termasuk dua anak, dan melukai sekitar 2.800 orang lainnya.

Keesokan harinya, 25 orang tewas dan lebih dari 450 orang terluka akibat ledakan walkie-talkie di supermarket Lebanon, di pemakaman, dan di jalan-jalan.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *