KITAINDONESIASATU.COM – Petugas kepolisian di Kediri mengungkapkan kematian dua wanita kakak beradik Femala Purwiko Sari (45) dan Yuyen Febryana Sari (43) di kamar rumahnya Dusun Mitiran, Rembang Ngadiluwih, Minggu (5/1/2025).
Hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, seperti disimpulkan hasil pengecekan fisik luar tim Inafis Polres Kediri.
“Penyebab meninggalnya belum diketahui. Keluarga menyetujui dilakukan visum luar di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri,” terang Kapolsek Ngadiluwih AKP Agung Saifudin kepada wartawan di Kediri, Senin (6/1/2025).
Menurut Kapolsek kedua perempuan kakak beradik ini diperkirakan sudah meninggal dunia dalam waktu lebih dari lima hari.
Sementara proses visum luar hingga sore kemarin keduanya masih menjalani proses visum pembersihan di RS Bhayangkara Kediri, bari nanti hasilnya akan diserahkan lagi ke keluarganya.
Peristiwa kematian ini menghebohkan warga disekitar desa itu yang ditemukan pada pukul 10:00 WIB, berada di kamar berbeda dalam satu rumah.
Tetangga Femela dan Yuyen, bernama Aspandi yang sedang mencari rumput yang pertama kali mencurigai kejadian itu yang mencium aroma kurang tidak sedap.
Kemudian memberi tahu tetangga dan bersama-sama memanggil pemilik rumah dari pekarangan, namun tidak ada tanggapan.
Setelah RT hingga Pak Lurah kemudian bersama petugas Polsek Ngadiluwih untuk masuk paksa ke dalam rumah dan diketahui ada dua mayat meninggal dunia di dalam kamar bereda.
Terkait kematian itu sepupu korban bernama Yuyun mengungkapkan kedua wanita kakak beradik itu memiliki riwayat depresi.
Tiga Remaja Asal Kepung Kediri Terseret Ombak Pantai Parangtritis
Hal itu terlihat dari keseharia mereka yang tertutup dan menarik diri dari lingkungan sekitarnya sejak kematian sang ibu Wiwik Widawati pada tahun 2019.
Setelah Prajoko Setyo Adi (70), ayahnya meninggal pada tahun 2022 kehidupan kesehariannya Femala dan Yuyen ditanggung oleh Supriadi sang paman.
Bahkan keduanya sempat berobat di Pondok Pak Pur (Ipda Purnomo anggota Polri yang menjadi konten kreator terkenal) hingga selama 36 hari, keduanya sampai sembuh dan pulang.
Bahkan mereka juga sudah mau bersosialiasi dengan lingkungan dan saudara-saudaranya, meski kedua tetap tidak bisa terbuka.
Meski sudah dinyatakan sembuh usai berobat dari Pak Pur kenyataannya setelah di rumah tetap kurang terbuka dengan lingkungan, hampir setiap hari tidak pernah keluar.
Bahkan pintu rumah dan jendela juga selalu tertutup setiap harinya terakhir sempat sekali keluar rumah.
Saat itu kedua kakan beradik sedang menghadiri 40 hari meninggalnya bibinya, bahkan sempat takziah juga, hari itu dia terakhir ke luar rumah hingga tiba kematiannya hari ini.
Menurut Yuyun Selain riwayat Depresi sang kakak juga memiliki riwayat penyakit perut Maag akut, sempat menjalani operasi.
Melihat kondisi seperti itu Yuyun menduga sang kakak Yuyun lebih dahulu meninggalnya di banding adiknya karena penyakit itu.
Kemudian Yuyen yang depresi juga tidak pernah berani keluar rumah, hingga akhirnya Yuyen semaki parah depresinya, bingung hingga tidak makan dan seterusnya.
“Tujuannya sekalian menyusul kakaknya yang sudah meninggal terlebih dahulu,” pungkas Yuyun menduga-duga terkait kematian sepupunya itu. **


