KITAINDONESIASATU.COM – Pengamat militer, Khairul Fahmi, menyatakan bahwa Angkatan Siber TNI akan lebih kuat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Menurutnya, Prabowo memiliki pengalaman luas di bidang pertahanan dan pandangan yang matang mengenai keamanan siber nasional.
“Prabowo sering menyoroti pentingnya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta penguatan kapasitas pertahanan, termasuk dalam pertahanan siber. Sebagai mantan militer, beliau sangat memahami potensi ancaman di masa depan,” ujar Fahmi dalam wawancara dengan ANTARA pada Selasa.
Menurut Fahmi, perang siber merupakan bentuk peperangan yang memanfaatkan data dan informasi untuk menyerang negara.
Menurutnya, Prabowo menyadari ancaman ini, sehingga mendukung pembentukan Angkatan Siber sebagai matra keempat dalam TNI.
Fahmi menambahkan bahwa Prabowo memahami betapa pentingnya memiliki pertahanan siber yang kuat di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman.
Ia juga menegaskan bahwa untuk memperkuat Angkatan Siber TNI, pemerintah perlu menyusun regulasi baru dan merevisi Undang-Undang TNI. Selain itu, pembangunan infrastruktur teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat penting untuk memperkuat kemampuan siber TNI.
“Hal ini membutuhkan anggaran yang besar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fahmi menyebutkan bahwa TNI perlu menyusun doktrin baru yang menempatkan Angkatan Siber sebagai bagian integral dalam melindungi negara. Proses ini diperkirakan memerlukan waktu 10 hingga 15 tahun agar Angkatan Siber bisa beroperasi secara mandiri dan efektif.
Namun, Fahmi optimis di bawah kepemimpinan Prabowo, proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dan lancar.- ***




