News

Pengemudi Laka Maut Bus Wisata warga Bojonegoro di Tol Lawang Divonis 2,5 Tahun

×

Pengemudi Laka Maut Bus Wisata warga Bojonegoro di Tol Lawang Divonis 2,5 Tahun

Sebarkan artikel ini
kecelakaan lawang
Ilustrasi vonis kecelakaan tol Lawang Desember 2024 lalu. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Belum lupa dari ingatan kecelakaan maut antara bus wisata vs truk wing box di KM 77+200 tol Lawang, Malang 23 Desember 2024.

Dalam kecelakaan itu menewaskan empat orang wing truk dikemudikan oleh Sigit Winarno (65) warga Desa Ngadilihur, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro telah menjalani proses persidangan.

Bahkan kasus ini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Kamis (15/5/2025) dengan agenda pembacaan vonis.

Dalam persidangan itu majelis hakim PN Kepanjen Kabupaten Malang menjatuhkan kepada terdakwa dengan hukuman penjara selama 2,5 tahun.

Amar putusan untuk lansia asal Bojonegoro ini dibacakan pada pukul 15:00 WIB dalam persidangan yang berlangsung singkat.

Dalam kasus itu anggota majelis hakim Rakhmat Rusmin Widyarta SH menyatakan bahwa terdakwa melanggar semua pasal dalam dakwaan jaksa.

Seperti kita ketahui Sigit didakwa melanggar Pasal 310 ayat 2,3 dan 4 juncto Pasal 299 ayat 3 dan 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Tersang dinilai lalai dalam mengemudikan kendaraan bermotor hingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat, luka ringan dan terjadi kerusakan barang.

Atas kelalaian itu kemudian sang hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara, tanpa dikenakan denda kepada terdakwa.

Vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut hukman selama 4 tahun penjara dengan denda Rp10 juta subsider 2 bulan kurungan.

Sementara truk Mitsubishi wing Box tronton S 9126 UU milik PT Rapi Trans Logistic, Krian Sidoarjo dan surat-suratnya dikembalikan ke pemiliknya.

Seperti diberitakan sebelumnya terjadi kecelakaan kecelakaan Bus Wisata vs Truk Wingbox di KM 77 ruas Tol Malang-Pandaan, wilayah Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (23/12/2024) pagi.

Truk yang mengangkut pakan ternak dikemudikan Sigit tiba-tiba mengalami overheat saat melaju di tanjaan, hingga truk berjalan mundur.

Pada saat yang sama, dari arah belakang melaju kencang bus pengangkut rombongan SMP IT Darul Quran Mulia, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat hingga terjadi kecelakaan dan menewaskan 4 orang.

Dari hasil olah TKP Sementara terungkap saat terjadi kecelakaan itu ternyata Truk Wingbox mengangkut 11,2 ton pakan ternak sempat melaju mundur tanpa pengemudi sejauh 700-800 meter.

Kemudian menabrak pembatas jalan dan pindah jalur kemudian ditabrak Bus Tirto Angung melaju dari arah belakangnya mengangkut pelajar SMP Islam Terpadu dari Gunung Putri, Bogor itu.

Peristiwa kecelakaan itu sendiri terjadi sebelumnya Senin (23/12/2024) melibatkan Bus Tirto Angung yang mengangkut pelajar SMP Islam Terpadu dari Gunung Putri, Bogor, yang hendak menuju Kampung Inggris, Kabupaten Kediri.

Bus Tirto Agung menabrak truk yang sedang mengangkut makanan ternak sebanyak 11.200 kg dari arah Surabaya menuju Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Dalam kecelakaan itu setidaknya ada empat korban tewas dari awak Bus Tirto Agung pengemudi Untung Subagyo (46) warga Magetan dan Ahmad Bahrur (23) kenek bus asal Jombang.

Sementara dua lainnya Tri Bangkit (23) penumpang bus dan Iyan Waryanah (28) pendamping rombongan pelajar SMP Gunung Putri Bogor.

Seperti dilansir kompas.com Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Komaruddin menjelaskan hasil ivestigasi sementara dari kecelakaan itu.

Truk sempat berhenti di sisi kiri ruas tol arah Surabaya-Malang, persis berseberangan dengan jalur darurat dari jalur B yang arah Malang – Surabaya.

Jalur darurat yang disediakan ini untuk mengantisipasi kendaraan yang remnya blong, seperti mobil turun ke Surabaya mengalami rem blong bisa masuk ke jalur darurat ini.

Saat itu posisi truk Wingbox berhenti tepat diseberang jalur darurat itu, (Surabaya-Malang) dari pemeriksaan sopir truk mengatakan truk berhenti karena overheat tidak mampu menanjak.

Sementara posisinya behenti truk tepat berada di posisi jalan sedang menanjak, tepat berada di posisi kemeringan jalan.

Pengemudi kemudian menepikan truknya di KM 78 dan kemudian turun untuk mengganjal roda kanan.

Kemudian ketika sedang hendak mengganjal roda kiri, truk kemudian mundur ke arah belakang pengendali dalam truk.

Trung yang mengangkut 11 ton pakan ternak itu melaju kebelakang sekitar 700-800 meter pada hal dari arah belakang melaju bus Tirto Agung.

Di dalam oleh TKP plisi juga menemukan fakta di KM 78/50 bekas goresan di pembatas goresan tengah jalan.

Artinya truk maluju turun kemudian truk berhenti posisi turunan atau menikung kemudian turun menabrak dan pindah jalur.

“Truk yang turun tadinya di bahu jalan, karena ini menikung kemudian pindah jalur kanan,” kata Kombes Pol Komaruddin.

Bus Tirto Agung melaju dari arah belakang dengan kecepatan 80 km per jam akhirnya menabrak truk ini hingga menyebabkan peristiwa kecelakaan.

Dari hasil hasil alat yang bisa dideteksi memang berkecepatan 80 km perjam, kemudian rem tangan truk posisi hidup atau memang terpasang. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *