News

Pengasuh Ponpes Al Khoziny Ungkap Dugaan Penyebab Musala Ambruk

×

Pengasuh Ponpes Al Khoziny Ungkap Dugaan Penyebab Musala Ambruk

Sebarkan artikel ini
Pengasuh Ponpes Al Khoziny Ungkap Dugaan Penyebab Musala Ambruk
Dok. Musala Ambruk. (YouTube Kompas)

KITAINDONESIASATU.COM – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, akhirnya memberikan penjelasan terkait ambruknya bangunan musala yang menewaskan satu orang pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB. 

Hingga pukul 23.00 WIB, tercatat sedikitnya 79 orang masih menjalani perawatan akibat insiden ini.

Abdus Salam Mujib, pengasuh ponpes, mengatakan musala tersebut sedang dalam tahap pengecoran akhir di bagian dek.

“Sepertinya penopang cor itu tidak kuat. Jadi seperti menopang ke bawah,” kata Abdus Salam Mujib, Senin 29 September 2025. 

“Ini pengecoran yang terakhir saja, itu jebol. Ya, hanya itu. (Proses pembangunan) sudah lama, sudah 9 bulan. Kurang lebih 9 sampai 10 bulan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa proses pengecoran sudah dilakukan sejak pagi.

“Mungkin sudah selesai atau bagaimana enggak tahu. Soalnya ngecor mulai dari pagi. Saya kira ngecornya mungkin hanya empat sampai lima jam selesai. Mungkin jam 12 sudah selesai,” ungkapnya.

Pernyataan senada datang dari salah satu santri selamat, Muhammad Rijalul Qoib (13) asal Sampang, Madura. Menurutnya, pengecoran dilakukan di lantai empat atau atap.

“Awalnya ada yang krek bocor mau ngecor paling atas nah terus itu langsung full tidak diisi setengah jadi bahan-bahan di bawahnya tidak kuat,” kata Rijalul saat ditemui CNN Indonesia, Senin (29/9).

Rijalul juga menjelaskan bahwa musala tersebut masih dalam tahap pembangunan dengan rencana tiga lantai, namun sudah digunakan untuk aktivitas santri seperti salat berjamaah dan mengaji.

“Dengar suara seperti material jatuh retak-retak tambah lama tambah keras akhirnya [marerial] jatuh di atas, lantai lain juga jatuh,” ucapnya.

Data dari SAR Surabaya menyebutkan ada empat korban yang berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka. Namun, masih banyak korban lain yang terjebak di reruntuhan karena terdengar suara tangisan dan jeritan. Para korban yang selamat dibawa ke tiga rumah sakit di Sidoarjo, yakni RS Notopuro, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *