Mallory ditemukan sekitar 600 meter dari puncak, dalam keadaan terluka dan terikat, menunjukkan bahwa mereka terjatuh saat terhubung bersama.
Penemuan kaki Irvine ini menjadi momen emosional bagi tim.
“Ini adalah pencapaian monumental bagi kami, dan kami berharap dapat memberikan ketenangan bagi keluarga dan dunia pendakian,” tambah Chin.
Sisa-sisa tersebut telah diserahkan kepada Asosiasi Pendakian Gunung Tibet China dan Royal Geographic Society, yang terlibat dalam ekspedisi Irvine dan Mallory.
Keponakan Irvine, Julie Summers, mengungkapkan rasa harunya ketika mendengar penemuan itu.
“Saya telah mendengarkan cerita ini sejak kecil. Melihat nama Paman Sandy di label kaus kaki sangat mengharukan.”
Keluarga Irvine berencana melakukan tes DNA untuk memastikan identitas jenazah tersebut. Sementara itu, tim Chin akan terus mencari artefak lainnya.
Jika kamera Irvine ditemukan dan dapat membuktikan bahwa mereka berhasil mencapai puncak, hal ini bisa mengubah sejarah pendakian Gunung Everest selamanya. ***


