KITAINDONESIASATU.COM – Operasi pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, memasuki hari keempat pada Jumat (3/10/2025). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, mengonfirmasi bahwa 59 orang santri masih dinyatakan hilang dan diduga terjebak di bawah reruntuhan.
Hingga Kamis (2/10), total 108 korban telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 103 selamat dan 5 meninggal dunia. Jumlah 59 orang hilang ini merupakan data sementara yang dikumpulkan dari laporan keluarga dan wali santri, yang datanya sudah terkonfirmasi.
Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari Basarnas dan berbagai instansi lain, mulai mengerahkan alat berat berupa crane untuk mengangkat puing-puing beton. Keputusan ini diambil setelah alat deteksi canggih tidak lagi menemukan tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan.
Meskipun demikian, BNPB tetap berharap agar sebagian dari 59 orang tersebut ditemukan selamat di luar area reruntuhan, mengingat adanya kasus salah satu orang tua yang melapor kehilangan, namun anaknya ditemukan selamat di tempat lain.
Proses evakuasi alat berat dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan semua puing diangkat, sesuai persetujuan dari perwakilan keluarga korban. Sementara itu, Polda Jatim juga telah mulai mengumpulkan sampel DNA dari keluarga terdekat untuk keperluan identifikasi.(*)


