News

Pencarian Korban Longsor Subang Dihentikan Sementara, Petugas Gabungan Alami Kesulitan

×

Pencarian Korban Longsor Subang Dihentikan Sementara, Petugas Gabungan Alami Kesulitan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Proses pencarian korban longsor tebing (Pixabay/sandid)
Ilustrasi Proses pencarian korban longsor tebing (Pixabay/sandid)

KITAINDONESIASATU.COM – Proses pencarian korban longsor tebing di Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk sementara dihentikan pada Sabtu 12 April 2025 petang.

Keputusan penghentian pencarian korban longsor ini diambil setelah tim gabungan mengalami berbagai kendala teknis di lapangan yang menghambat kelanjutan pencarian.

Operasi pencarian korban longsor dilanjutkan kembali pada 13 April 2025 pagi, bersamaan dengan upaya perbaikan saluran irigasi yang juga terdampak akibat longsor.

Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Subang, Tagana, TNI, POLRI, relawan, serta warga sekitar sebelumnya telah melakukan pencarian di Kampung Babakan Randu, Desa Dayeuhkolot.

Baca Juga  Jadwal Layanan SIM Keliling Jogja Hari ini Sabtu, 20 September 2025 Buka Malam

Pencarian dilakukan menggunakan dua unit ekskavator dan metode manual. Namun, kondisi medan yang sulit membuat alat berat tidak dapat menjangkau titik lokasi utama di dasar aliran Sungai Ciasem.

Material longsoran berupa batu besar dan akar bambu yang tertimbun menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

Kronologi Kejadian – Pencarian Korban Longsor

Korban yang masih dalam pencarian adalah seorang pria bernama Rofik (55), yang diketahui sedang memperbaiki pipa air saat kejadian longsor.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat 11 April 2025 sekitar pukul 13.30 WIB, saat wilayah tersebut diguyur hujan deras.

Baca Juga  Tanpa BPJS! Ini 6 Syarat Cek Kesehatan Gratis untuk Masyarakat yang Ulang Tahun

Tak hanya sekali, longsor dilaporkan terjadi dua kali dalam hari yang sama, memperparah kerusakan dan memperbesar volume material yang menutupi aliran sungai.

Hingga kini, korban belum berhasil ditemukan. Tim penyelamat terus berupaya menyingkirkan material longsoran, meskipun keterbatasan peralatan membuat proses menjadi lambat.

Selain fokus pada pencarian, tim juga akan melakukan normalisasi saluran irigasi yang terdampak, yang selama ini mengairi sekitar 200 hektare lahan pertanian warga.

Baca Juga  Longsor Bandung Barat: 82 Warga Masih Dicari, Tim SAR Kerahkan Drone hingga Alkon

Sebagai bentuk tanggap darurat, pemerintah setempat telah mendirikan posko siaga di dekat lokasi kejadian.

Posko ini menjadi pusat koordinasi sekaligus penyedia bantuan logistik bagi tim SAR dan warga terdampak.

Meskipun kondisi cuaca saat ini mendukung, potensi longsor susulan tetap diwaspadai. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjauhi lokasi longsoran, terutama saat turun hujan.

Pencarian korban longsor akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *