News

Penanganan TBC Harus Terpadu Hulu ke Hilir, Tidak Kalah Besar di Banding Covid-19

×

Penanganan TBC Harus Terpadu Hulu ke Hilir, Tidak Kalah Besar di Banding Covid-19

Sebarkan artikel ini
PRATIKNO TBC
Kemenko PMK, Pratikno

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus Tuberkulosis atau TBC di Indonesia telah dilaksanakan lebih dari 70 tahun yang lalu dan merupakan negara peringkat kedua setelah India berdasarkan Global TB Report 2023.

Oleh karena Pemerintah Indonesia melakukan penanganan kasus TBC ini dengan serius hingga tuntas.

Terkait penanganan kasus TBC Menko PMK Pratikno menilai pentingnya kerja sama lintas sektor dan penanganan TBC secara menyeluruh dari hulu ke hilir, dengan memanfaatkan berbagai lini pelayanan masyarakat di Indonesia.

Oleh karena TBC tidak bisa diselesaikan hanya oleh Kementerian Kesehatan saj, tetapi juga melibatkan seluruh stakeholder baik di internal pemerintah maupun masyarakat.

Di sisi lain Pratikno juga menyoroti pentingnya edukasi dan penguatan infrastruktur dalam upaya pemberantasan TBC ini.

BERITA LAIN PEMERINTAHAN PRABOWO: Menko PMK Bahas Agenda Prioritas Presiden Prabowo Apa Saja

Disampaikan dalam acara Diseminasi Memo Kebijakan TBC yang diselenggarakan oleh Stop TB Partnership Indonesia di The Westin Hotel, Kamis (28/11/2024) Pratikno menyampaikan jika hal ini akan memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.

Dikatakan jika kasus ini bukan hanya soal mengobati saja, tetapi juga membuat lingkungan menjadi lebih sehat.

“Edukasi masyarakat menjadi penting, infrastruktur menjadi penting,” tambahnya.

Pratikno juga menjelaskan jika dampak dari penyakit TBC tidak kalah besar dibandingkan dengan COVID-19, yang telah menyebabkan banyak korban jiwa.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi untuk menanggulangi TBC dengan sukses, seperti yang telah dilakukan dalam penanganan COVID-19.

Kuncinya menurut Praktikno kita harus bisa melihat ini sebagai sebuah krisis, yang kemudian semua pihak harus bekerja keras untuk menyelesaikannya dari hulu ke hilir.

“Semua kementerian dan lembaga terlibat. Cara serupa dapat dilakukan untuk penanganan TBC,” pungkasnya.

Dalam acara itu juga dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan jajaran pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk sektor pemerintah, swasta, serta mitra pembangunan yang memiliki peran penting dalam penanganan TBC.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *