KITAINDONESIASATU.COM – Rangkaian kecelakaan bus TransJakarta yang terjadi tiga kali dalam sebulan terakhir membuat Pemprov DKI bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh.
Pemerintah menilai faktor manusia, terutama konsentrasi dan kesiapan sopir, menjadi penyebab utama yang memicu rentetan insiden ini.
Kasus pertama kecelakaan terkait bus TransJakarta terjadi pada 6 September di kawasan Setiabudi, ketika sebuah unit menabrak bangunan karena pengemudi kehilangan fokus.
Insiden kedua menyusul pada 18 September di Cideng Timur, saat bus koridor 3 bertabrakan dengan truk.
Terbaru terjadi pada 19 September pagi di Cakung, ketika bus koridor 11 menabrak mobil, motor, hingga beberapa ruko dan menimbulkan korban luka.
Respon Rangkaian Kecelakaan Bus Transjakarta
Merespons kecelakaan bus TransJakarta beruntun tersebut, Pemprov DKI menegaskan akan memperketat pelatihan sopir melalui TransJakarta Academy dan mengoptimalkan pemeriksaan Fit To Work sebelum bertugas.
Selain itu, pemeriksaan teknis armada terutama pada sistem pengereman akan ditingkatkan untuk mencegah terulangnya insiden serupa. (*)


