Pemkot Bandung juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam proses tersebut.
Ia menilai kawasan makam semestinya memberikan suasana yang layak dan tenang bagi masyarakat yang datang untuk berziarah.
Keberadaan bangunan di area makam dinilai dapat mengubah kondisi kawasan yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan terakhir.
Farhan mengaitkan persoalan tersebut dengan pengalaman pribadinya sebagai seseorang yang pernah kehilangan anggota keluarga.
“Tujuannya semata-mata demi kemanusiaan. Saya pun merasakan hal itu sebagai orang yang sudah ditinggal ayah, ibu, bahkan putra sendiri. Jika berziarah ke makam, kita pasti ingin suasana yang tenang dan layak, bukan pemandangan yang berantakan,” tuturnya.
Penertiban Tetap Perhatikan Warga
Di sisi lain, Pemkot Bandung menyadari bahwa langkah penataan tersebut berkaitan langsung dengan masyarakat yang selama ini tinggal di sekitar kawasan pemakaman.
Karena itu, Farhan memastikan pembenahan tidak dilakukan secara sekaligus. Pemerintah akan menjalankannya secara bertahap sembari memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak.


