KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah memastikan fluktuasi harga pangan selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah berada dalam kondisi terjaga.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan bahwa kestabilan harga ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan yang meningkat pada momen hari besar keagamaan.
Bapanas juga melaporkan sembilan komoditas pangan strategis telah berada dalam posisi swasembada, meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Pemerintah menekankan agar seluruh pemilik stok mengeluarkan pasokan guna mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali.
Program Intervensi Pangan dan Capaian Distribusi Pemerintah
Pemerintah menggelar berbagai intervensi untuk menjaga stabilitas harga. Deretan program yang telah dijalankan meliputi:
- Distribusi beras SPHP untuk menjaga pasokan dan harga.
- Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.
- Penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk 32,3 juta keluarga penerima manfaat.
Realisasi beras SPHP hingga 19 Maret mencapai 42,3 ribu ton dari target tahunan 828 ribu ton. Sementara itu, GPM tercatat telah dilaksanakan 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota sepanjang Maret.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan GPM khusus berupa daging ayam beku dan daging sapi/kerbau dengan harga terjangkau melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan.
Upaya bersama ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan harga pangan tetap terkendali hingga Idul Fitri.(*)


