News

Pemerintah Tanggapi Desakan Stop MBG, Pilih Evaluasi Tanpa Hentikan Program

×

Pemerintah Tanggapi Desakan Stop MBG, Pilih Evaluasi Tanpa Hentikan Program

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Tanggapi Desakan Stop MBG, Pilih Evaluasi Tanpa Hentikan Program
Pemerintah Tanggapi Desakan Stop MBG, Pilih Evaluasi Tanpa Hentikan Program

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah memicu keresahan publik. 

Banyak suara mendesak agar program ini dihentikan sementara, bahkan ada yang meminta penghentian total.

Menanggapi hal tersebut, Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro memberikan penjelasan.

Juri menyebut pemerintah terbuka terhadap masukan masyarakat dan para ahli, namun program MBG tidak bisa dihentikan sepenuhnya. 

“Memang beberapa aspirasi dari beberapa kalangan yang minta ada evaluasi total, ada pemberhentian sementara ada juga, sambil jalan kita perbaiki tapi tidak perlu menghentikan secara total,” ujarnya, Rabu 24 September 2025.

Baca Juga  BGN Kembalikan Anggaran Program MBG Rp70 Triliun, Menkeu Purbaya Jelaskan Faktanya

Ia menegaskan program tetap berjalan, sembari dilakukan evaluasi dan langkah cepat mengatasi masalah yang terjadi. 

“Masalah-masalah yang terjadi segera akan diatasi, dievaluasi cari jalan keluar,” tambahnya.

Juri juga menuturkan Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat mitigasi risiko agar kasus serupa tidak terulang.

Pernyataan senada datang dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. Ia menyebut tidak ada rencana pemerintah menghentikan MBG. “Tidak ada rencana penyetopan, saya belum mendengar. Tapi nanti tanya saja, tidak ada,” katanya.

Baca Juga  Dukung MBG, Kapolri Resmikan 32 SPPG di Jawa Tengah

Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI juga ikut menyoroti kasus ini. Muhaimin menegaskan setiap insiden harus dijadikan bahan perbaikan. 

“Yang pertama, tentu semua jenis kejadian harus dijadikan bahan evaluasi. Yang kena keracunan, yang sistemnya lamban, berbagai hal, harus dijadikan pembenahan,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *