KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah saat ini tengah mengejar pembangunan 259 bendungan di seluruh Indonesia. Itu dilakukan demi tercapainya program swasembada pangan pada 2028 yang menjadi program besar Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengatakan, saat ini pemerintah akan menuntaskan pembangunan bendungan demi tercapainya program swasembada pangan pada 2028.
Di mana pembangunan bendungan merupakan syarat indeks ketahanan air Indonesia sebesar 200 meter kubik per kapita/tahun dengan sebaran yang merata di seluruh Tanah Air. “Karena kalau enggak merata berarti swasembada pangan tidak bisa tercapai,” kata Diana, yang dikutip Minggu (17/11).
Menurut Diana, saat Indonesia sendiri memiliki potensi ketersediaan air permukaan sebesar 2,78 triliun meter kubik per tahun. Apabila ini bisa ditampung dengan baik, target swasembada pangan dan energi bisa dipenuhi.
“Bahkan ini juga dapat mendukung penyediaan irigasi serta pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat. Dan salah satu teknologi yang bisa mendukung upaya tersebut adalah pembangunan bendungan,” ujar Diana.
Ditambahkan Diana, pemerintah sampai 2014 kemarin sudah membangun 187 bendungan dan akan menyelesaikan 61 bendungan pada periode 2015-2024/2025. Saat ini, tengah disiapkan 11 bendungan baru yang dibangun sejak 2021 tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Sehingga total 259 bendungan yang dibangun oleh pemerintah. Tapi saya ingat, Menteri PUPR yang lalu, Bapak Basuki (Hadimuljono) menyampaikan 259 (bendungan) itu belum ada artinya dibandingkan negara-negara lain seperti China dan sebagainya yang sudah ribuan. Berarti masih ada upaya-upaya yang kita lakukan, apalagi kita untuk swasembada pangan, air dan energi,” ungkap Diana.
Pembangunan bendungan, kata Diana, berkontribusi pada program swasembada pangan melalui layanan irigasi seluas 1.271.415 hektare lahan. Selain itu swasembada energi lewat penambahan energi listrik sekitar 15.627,83 MW. Tak hanya itu, pemerintah juga ingin mewujudkan ketahanan air 59,59 meter kubik per kapita/tahun.
Kendati, sejauh ini sebaran lokasi bendungan yang telah dibangun dapat dikategorikan belum merata seperti di Kalimantan, di mana baru sebagian wilayah Nusantara saja yang memiliki ketahanan air lebih dari 120 meter kubik per kapita/tahun.
“Ini merupakan target visium Kementerian PUPR tahun 2030, sedangkan beberapa wilayah lain masih belum memiliki bendungan dengan indeks ketahanan air nol meter kubik per kapita per tahun. Nah ini untuk menjaga dan mendukung swasembada pangan ini harus kita cari supaya swasembada pangan tetap bisa berhasil di 2028,” pungkas Diana. (*)




