News

Pemerintah Evakuasi WNI dari Lebanon di Tengah Ketegangan Timur Tengah

×

Pemerintah Evakuasi WNI dari Lebanon di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
FotoJet 2 8
Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke negara-negara Timur Tengah karena situasi keamanan yang memburuk di kawasan tersebut.

“Kepada warga negara kita yang merencanakan perjalanan ke Lebanon, Suriah, Iran, Israel, Palestina, dan Yaman, kami sangat menyarankan untuk menunda kunjungan ke lokasi-lokasi tersebut,” ujar Judha Nugraha, Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Senin 7 Oktober 2024, seperti dilansir dari Antara.

Kementerian Luar Negeri juga meminta WNI yang saat ini berada di beberapa negara Timur Tengah untuk segera melaporkan diri dan tetap berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut.

Judha menambahkan, bagi mereka yang memiliki rencana penerbangan ke Timur Tengah, disarankan untuk memantau situasi dan mengantisipasi kemungkinan gangguan penerbangan jika terjadi ketegangan antara Iran dan Israel.

WNI diingatkan untuk selalu mengikuti petunjuk dari otoritas setempat, menjaga keamanan pribadi, dan memperhatikan tempat-tempat yang aman untuk dikunjungi.

“Apabila terjadi konflik terbuka di wilayah Beirut, hal itu akan mempengaruhi kemampuan KBRI dalam melakukan evakuasi,” jelasnya.

Judha juga melaporkan bahwa pemerintah telah berhasil memulangkan 40 WNI dan satu WNA dari Lebanon dengan aman.

Proses evakuasi melibatkan dua kelompok, di mana kelompok pertama terdiri dari 20 orang dewasa dan satu WNI, yang tiba di Indonesia dengan menggunakan maskapai Qatar Airways dari Amman, Yordania.

Sebanyak 20 WNI lainnya tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 15.30 WIB.

“Kepulangan WNI ini merupakan bagian dari proses evakuasi yang kompleks dari Beirut melalui Damaskus ke Amman sebelum terbang ke Indonesia,” ungkapnya.

Sejak status darurat diumumkan oleh KBRI pada 4 Agustus 2024, total 65 WNI telah dievakuasi. Namun, masih ada 116 WNI yang memilih bertahan di Lebanon, sebagian besar karena alasan pribadi. Mereka terdiri dari mahasiswa dan pekerja migran, termasuk yang menikah dengan warga lokal.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *