KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah resmi memulai pembangunan 20 Sekolah Garuda di luar Pulau Jawa sebagai bagian dari komitmen pemerataan pendidikan nasional. Langkah ini menjadi wujud nyata kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi bagi generasi muda di daerah.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengungkapkan proyek Sekolah Garuda tersebut saat kunjungan kerja di Aceh Utara. Menurutnya, program ini adalah bukti nyata pemerataan pendidikan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan akses pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi bagi seluruh anak bangsa.
Stella menjelaskan bahwa Sekolah Garuda bukan sekolah elit, melainkan wadah kesempatan yang setara untuk semua pelajar. Dengan konsep pemerataan pendidikan, kebijakan Presiden Prabowo Subianto ini menyiapkan pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera juga bisa bersaing di tingkat global.
Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Sekolah Garuda difokuskan pada pencetakan SDM unggul. Konsep pemerataan pendidikan yang didorong Presiden Prabowo Subianto akan menekankan sistem berasrama dan kurikulum modern untuk mewujudkan pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi yang berdaya saing internasional.
Stella menegaskan bahwa Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama: akses merata, pembentukan karakter kepemimpinan global, dan prestasi akademik disertai pengabdian masyarakat. Model ini mengokohkan pemerataan pendidikan yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto, sekaligus membuka jalan bagi pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi di Indonesia.


