KITAINDONESIASATU.COM – Polres Trenggalek terus mendalami kasus pembunuhan mama muda warga Ponorogo yang tewas dianiaya di dalam kamar Hotel Bukit Jaas Permai Trenggalek Selasa, 8 April 2025 siang.
Diketahui korban tewas adalah seorang janda berinisial Yn (44) warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo dan seorang anak berinisial K (9) turut dianiaya.
Link Live Streaming Timnas Indonesia U17 vs Afganistan Jumat, 11 April 2025 Dini Hari Nanti
Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro menjelaskan peristiwa pembunuhan itu diketahui sekitar pukul 12:00 WIB.
Menurut informasi dari Kasat AKP Eko peristiwa itu terjadi bermula korban bersama anaknya berusia 9 tahun bertemi pelaku yang juga kekasihnya SE (41) di Hotel Jaas Permai Trenggalek.
Kemudian mereka bertemu di kamar 723 lantai dua Hotel Jaas Permai Trenggalek yang kemudian terlibat pertengkaran di antara kedua pasangan kekasih itu.
Pertengkaran terjadi lantaran pelaku SE cemburu dengan perilaku korban yang sering berkomunikasi dengan mantan suaminya itu yang membuat pelaku gelap mata.
Tak berhenti disitu pertengkaran tidaik menemukan penyelesaian hingga gelap mata hingga menganiaya dengan menggunakan palu, dan memukul bagian kepala korban.
Akibat pemukulan yang dilakukan pelaku membuat luka-luka serius hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadin di kamar 723 lantai dua Hotel Jaas Permai Trenggalek.
Tak hanya korban sang pacar Yn dianiaya, anaknya berinisial K berusia 9 tahun hingga mengalami luka bagian pelipis dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Anak korban juga jadi sasaran kekerasan. Kami temukan korban luka-luka dan masih dalam perawatan,” tegas AKP Eko Widiantoro kepada wartawan di Trenggalek.
Pelaku menggunakan palu untuk menganiaya kedua korban, hingga kini Polres Trenggalek sedang mendalami unsur pemberatan dalam kasus ini.
Sebelum kejadian, pelaku dan korban sempat cekcok hebat di dalam kamar hotel, hingga berakhir dengan kematian.
Hingga saat ini jenazah korban Yn sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses selanjutnya oleh tim forensik Polda Jatim. **


