KITAINDONESIASATU.COM – Rombongan pelajar SMAN 1 Porong (SMANIP) yang kecelakaan di tol Pandaan-Malang KM 72-73 ternyata berniat hendak menuju lokasi wisata di Tumpang, Malang.
Namun di tengah perjalanan bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan ketika bus hendak menuju exit tol Purwodadi hingga menyebabkan meninggalnya Naviri Arimbi Maharani (18) pelajar SMAN 1 Porong dan pengemudi bus Birmob Khoirul (60).
Kecelakaan tunggal bus di KM 72 Tol Pandaan-Malang itu terjadi pada Sabtu (1/2/2025) sekitar pukul 11.35 WIB.
Korban meninggal dunia diketahui pengemudi bus, pensiunan anggota Brimob, dan satu siswi, Naviri warga Desa Candi, Kecamatan Porong, Sidoarjo.
Bus tersebut mengangkut rombongan 31 siswa dan guru kelas XII-7 SMA Negeri 1 Porong (SMANIP) yang sedang melakukan perjalanan ke Lembang Tumpang, Kabupaten Malang untuk sesi pemotretan buku tahunan.
Kepala SMANIP, Ropinggi mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya sempat melarang kegiatan tersebut, namun para siswa tetap menyatakan keinginannya.
Dikatakan Ropinggi rombongan pelajar berangkat menggunakan bus polisi dengan tujuan dua lokasi wisata.
Tujuan wisata ke Malang adalah ke tempat wisata Kayutangan dan Alun-alun Kota Malang.
Sebelumnya Kepala Sekolah Ropinggi melarang kegiatan tersebut yang tujuannya hanya untuk pemotretan foto history year books.
Sekolah merasa keberatan jika harus pergi ke luar kota hanya keperluan itu, selain faktor keamanan juga pertimbangan biaya yang ditanggung mandiri para siswa.
Beberapa Jam Sebelum Dimutilasi Pelaku dan Korban Sempat Makan Malam di Resto
Meski sekolah sempat melarang, para siswa tetap bersikeras berangkat ke Malang dengan bus yang mereka sewa.
Namun dalam perjalanan mobil yang mereka kendarai menggunakan bus Brimob mengalami kecelakaan di dekat exit tol Purwodadi tol Pandaan-Malang, Sabtu (1/2/2025).
Kecelakaan tragis yang dialami ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar SMAN 1 Porong khususnya kelas XII-7.
Undangan Makan Bergizi di Ponorogo Berujung Petaka, 46 Warga Keracunan, Miskum Meninggal Dunia
Hingga Minggu (2/2/2025) pukul 09:50 WIB korban yang dirawat di IGD RSUD Saiful Anwar Malang terdapat 5 orang laki-laki dan 3 orang wanita.
Satu dari 8 korban tersebut mendapatkan perawatan secara khusus di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Sementara penyebab pasti kecelakaan hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan secara resmi.
Kepolisian sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk para siswa yang selamat serta menganalisis kondisi bus sebelum terjadi kecelakaan. **



