News

Pawang Hujan Rara Diusir Dari Aceh Usai Gelar Ritual di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya

×

Pawang Hujan Rara Diusir Dari Aceh Usai Gelar Ritual di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya

Sebarkan artikel ini
images 5 5

KITAINDONESIASATU.COM – Rara Istiati Wulandari atau Mbak Rara, pawang hujan yang viral saat perhelatan balap motor MotoGP di Sirkuit Mandalika, diminta untuk angkat kaki dari Aceh.

Hal itu terjadi ketika ia tengah menjalani ritualnya di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya Banda Aceh, ketika menahan hujan saat proyek pembangunan stadion untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh.

Dimintanya pulang Rara itu setelah video viral menunjukkan Rara sedang menjalankan ritualnya di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya. Dalam video itu terlihat Rara berjalan di pinggir stadion sambil memegang sesajen dan menengadahkan kepala ke langit.

Baca Juga  Kisah Relawan Kota Bogor di Aceh: Ibu Baru Melahirkan Ditemukan di Tengah Hutan

Melihat hal itu, warga lokal langsung menyatakan penolakannya atas aktivitas yang dianggap bertentangan dengan syariat Islam yang diterapkan di Kota Serambi Mekkah tersebut. Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA langsung bergerak cepat menerbitkan surat yang memerintahkan pemulangan Rara.

Kehadiran Rara itu disebut karena permintaan dari PT WIKA dan PT Nindya Karya yang memintanya datang agar hujan tak turun saat pengerjaan stadion untuk pelaksanaan PON. Pemerintah setempat menegaskan tak pernah meminta bantuan pawang hujan untuk mengamankan PON Aceh.

Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA yang mengetahui hal itu langsung memanggil penanggung jawab proyek Stadion Harapan Bangsa, yakni PT WIKA dan PT Nindya Karya, untuk mengklarifikasi praktik yang dinilai bertentangan dengan syariat islam dan budaya Aceh.

Baca Juga  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Tangerang

“PT WIKA dan PT Nindya Karya, KSO, yang bertanggung jawab atas proyek di Stadion Harapan Bangsa, akhirnya memulangkan Rara Istiati Wulandari, seorang pawang hujan, setelah videonya viral dan menuai kontroversi,” kata Safrizal, yang dikutip Kamis (29/8).

Safrizal menambahkan, dari penuturan pihak perusahan, kehadiran pawang hujan itu adalah inisiatif dari pekerja proyek yang bermaksud mengantisipasi hujan agar tidak mengganggu pekerjaan di stadion. Namun mereka mengakui bahwa inisiatif tersebut diambil tanpa mempertimbangkan sensitivitas masyarakat Aceh yang menjunjung nilai-nilai keislaman dan budaya lokal.

Baca Juga  Tragedi Bencana Sumatera: Korban Jiwa Capai 1.016, Ratusan Masih Hilang

“Pihak perusahaan sudah memulangkan Rara melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *