Memori Manusia vs Memori AI
Sementara itu, dalam pidato lanjutan di hadapan 68 delegasi nasional, termasuk Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, pada Sabtu (21 Juni), Paus menyampaikan kritik filosofis terhadap AI.
“Memori statis milik AI tidak sebanding dengan memori manusia yang kreatif dan dinamis,” kata Leo.
“Kehidupan pribadi kita memiliki nilai yang lebih besar daripada algoritma mana pun. Hubungan sosial manusia membutuhkan ruang berkembang yang jauh melampaui pola-pola terbatas dari mesin tanpa jiwa,” lanjutnya.
Kritik Terhadap Deepfake dan Penyalahgunaan AI
Paus Leo XIV juga menyentil fenomena deepfake yang semakin marak, termasuk video palsu dirinya yang beredar luas di media sosial seperti TikTok dan YouTube.
Ia memperingatkan bahwa penyalahgunaan AI untuk manipulasi visual dan suara dapat mengikis kepercayaan publik terhadap kebenaran.
Meskipun bersikap kritis, Paus tidak menolak keberadaan AI sepenuhnya, melainkan menyerukan pengawasan etis yang ketat, serta penggunaan bijak untuk mendukung kesejahteraan manusia, bukan menggantikannya.***

