KIATAINDONESIASATU.COM – Selama kunjungannya ke Indonesia pada 3-6 September 2024, Paus Fransiskus memilih untuk menginap di Nunsiatur Apostolik, Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta.
Paus menempati kamar sederhana yang terdiri dari dua ruangan. Menurut Uskup Bandung sekaligus Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Anton Subianto, Fransiskus menolak untuk tinggal di kamar dengan fasilitas mewah dan menolak tawaran untuk menginap di hotel kelas president suites, yang biasanya disediakan untuk tamu kenegaraan.
Anton menjelaskan bahwa Paus menginginkan kamar yang sederhana namun tertata rapi.
Kamar itu berisi kasur berukuran 160×200, dengan toilet bergaya Italia. Di samping tempat tidur, tersedia meja dan kursi yang diminta khusus oleh Paus sebagai tempat untuk menulis pesan-pesan selama perjalanan apostoliknya.
Selain itu, kamar tersebut dilengkapi dengan ruang khusus untuk berdoa, yang memiliki tabernakel baru berukuran 30-40 sentimeter.
Di depan tabernakel, terdapat papan untuk bersimpuh dan bersembahyang.
Paus Fransiskus tinggal di Kedutaan Besar Vatikan bersama empat stafnya, sementara staf lainnya dari rombongan Takhta Suci harus menginap di Hotel Arya Duta karena keterbatasan kamar di kedutaan.
Dalam penerbangannya dari Roma menuju Jakarta, Paus Fransiskus menyebut bahwa perjalanan ini berbeda dari perjalanan lainnya dan merupakan salah satu yang terpanjang yang pernah ia lakukan.
Pendekatan Paus yang lebih sederhana ini mencerminkan karakter pribadinya yang bersahaja dan keinginan untuk tetap rendah hati meski dalam kunjungan resmi kenegaraan.
Hal ini juga menjadi cerminan dari ajarannya tentang kesederhanaan dan solidaritas dengan masyarakat yang hidup dalam keadaan sederhana.- ***


