Respon Netizen
Cuitan itu pun mengundang cukup beragam reaksi.
Di mana balasan tersebut menjawab seluruh pandangan dari Pulina Pandjaitan.
“Kalau gak sama MBG, anggaran pendidikna itu sisa 14 persen. Itu aja udah melanggar UU. Gak pernah ada disebut anggaran pendidikan buat makan bergizi. Ada banyak cara untuk bisa kasih akses makanan sehat untuk anak selain negara nganter makanan ke sekolah,” ujar akun @prameswawa.
“Kapan alokasi anggaran pendidikan sampai 20 persen? Tidak pernah terjadi walupun amat undang-undang seperti itu,” papar akun @jimironsasabrinan.
“Padahal tanpa MBG, peserta didik baik-baik saja. Akan lebih baik jika istri KASAD kasih masukan bagaimana memberi masukan agar terbuka lapangan pekerjaan untuk orang tua si peserta didik,” ungkap akun @penikmatkudapan.
“Bisa sih, tapi kalau belum siap mending jangan. Banyak bocornya, banyak nguapnya. Yang belum siap dan susah dipantau lebih baik dialihkan dananya, kalau di kota besar iya lah, bisa jalan meski tertatih-tatih. Yang pelosok?,” tandas akun @mazantoadeanto terkait dengan unggahan Paulina Pandjaitan. (*)

