KITAINDONESIASATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik, terutama setelah sejumlah kasus keracunan massal yang bahkan dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Meski menuai pro dan kontra, istri KASAD Maruli Simanjuntak, Paulina Pandjaitan, menyatakan pandangannya mengenai MBG.
Dalam unggahan akun Instagram @pandjaitanuli yang dibagikan ulang oleh @murtadhaone1 pada 29 September 2025, Paulina menegaskan keyakinannya terhadap program ini.
“Saya percaya dengan MBG. Orang kota besar aja nggak tahu bahwa anak-anak Indonesia banyak yang kurang gizi karena memang ortu tidak mampu,” tulisnya.
Menurut Paulina, persoalan yang terjadi lebih kepada sistem operasional yang belum sempurna.
“Sebetulnya, masalahnya cuma operasionalnya yang belum sempurna. Yang bagus banyak, yang jelek juga ada. Ya di denger dan terus di kawal aja,” tambahnya.
Ia juga menanggapi pandangan publik yang meminta anggaran MBG dialihkan untuk pendidikan. Paulina menilai gizi anak justru harus dipenuhi terlebih dahulu.
“Kalau soal mending duit buat pendidikan, ya lo kudu nggak laper buat mikir tugas sekolah bukannya? Dana pendidikan juga nggak dikurangin kan? Tetap 20 persen dari APBN. Dari dulu sama! Yang penting nggak di korupsi. Itu aja, Menteri juga harus tahu bahwa infrastructure harus dibetulin, bukan kurikulum!” tegasnya.
Lebih lanjut, Paulina menyinggung kebutuhan nyata anak-anak di daerah. Ia menilai komputer belum menjadi kebutuhan mendesak.
“Nggak semua daerah di Indonesia itu bisa pakai computer atau ada computer. Susah kalau pejabat negara nggak tahu bagaimana rakyat makan hidup dan sekolah. Sekolah lo tinggi-tinggi di luar negeri bukan berarti kita mengerti bagaimana 90 persen rakyat Indonesia hidup,” ujarnya.



