KITAINDONESIASATU.COM – Masyarakat Kalimantan Selatan diminta tetap waspada terhadap ancaman gempa bumi meski aktivitas kegempaan di wilayah ini relatif rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Sejarah mencatat, Kalimantan pernah mengalami sejumlah gempa signifikan sehingga potensi ancaman tetap ada.
Peringatan tersebut disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat, Daryono, dalam Seminar Kegempaan yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan, Jumat (22/8/2025).
“Kalimantan memang relatif lebih aman dibanding daerah lain. Namun bukan berarti tidak ada potensi gempa. Salah satu sumber gempa yang bisa memengaruhi wilayah ini adalah Sesar Meratus yang merupakan sesar aktif,” kata Daryono.
Ia menambahkan, catatan sejarah menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan pernah diguncang gempa cukup signifikan. Hal itu membuktikan bahwa ancaman gempa di wilayah ini nyata adanya.
“Sejarah mencatat, Kalimantan Selatan juga pernah diguncang gempa. Masyarakat perlu menyadari bahwa ancaman itu ada dan kita tidak boleh abai,” ujarnya.
Menurut Daryono, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana. “Kita tidak bisa mencegah gempa, tetapi kita bisa mengurangi dampaknya. Oleh karena itu, edukasi, kesiapsiagaan, dan mitigasi harus terus ditingkatkan,” katanya.
Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, Klaus Johannes Damanik, menuturkan bahwa seminar ini bertujuan memberi pemahaman lebih dalam kepada masyarakat mengenai potensi kegempaan di Kalimantan Selatan.
“Melalui seminar ini, kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat dan mahasiswa agar lebih memahami potensi gempa di Kalsel. Pemahaman ini penting agar kesiapsiagaan dapat ditingkatkan sejak dini,” kata Klaus.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk mendukung penelitian lanjutan terkait kegempaan.
Seminar Kegempaan BMKG Kalsel digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-75. Narasumber yang hadir antara lain Daryono, Klaus Johannes Damanik, serta akademisi ULM, Sri Cahyono Wahyono. Acara juga dihadiri perwakilan Basarnas Kalsel, mahasiswa, media, serta pejabat Pemprov Kalsel.(Anang Fadhilah)



