“Ini menunjukkan bahwa meskipun anggaran besar, pelayanan pendidikan masih kurang,” ujarnya. Tamliha menyoroti fakta bahwa masih ada siswa kelas 3 SMP yang belum bisa membaca dan guru yang tidak memiliki rumah layak.
Ia berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, terutama di pesantren-pesantren, agar dapat mencetak generasi yang berkualitas.
“Jika pendidikan ditingkatkan, masyarakat akan lebih maju, baik dalam pemikiran maupun kreativitas,” pungkasnya.
Dengan semua gagasan dan visi tersebut, Syaifullah Tamliha berkeyakinan bahwa Kabupaten Banjar dapat bergerak ke arah yang lebih baik dan mengatasi berbagai permasalahan yang ada. (Anang Fadhilah)


