KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki bulan Syawal 1447 Hijriah, umat Muslim diingatkan untuk segera menyelesaikan kewajiban qadha atau mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan pada tahun ini. Mengganti puasa adalah kewajiban syariat bagi mereka yang membatalkan puasa karena alasan syar’i seperti sakit, perjalanan jauh (musafir), haid, atau nifas.
Langkah utama dalam melaksanakan ibadah ini adalah pemantapan niat di dalam hati. Adapun lafal niat qadha puasa Ramadan adalah: “Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta’ālā”.
Artinya: “Aku niat puasa esok hari demi mengganti fardu bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.” Berbeda dengan puasa sunah, niat puasa wajib seperti qadha harus dilakukan pada malam hari atau sebelum terbit fajar (tabyit).
Para ulama menganjurkan agar qadha dilakukan sesegera mungkin sebelum memasuki Ramadan berikutnya. Jika seseorang memiliki utang puasa yang cukup banyak, pelaksanaan secara berurutan atau berselang-seling tetap diperbolehkan selama tuntas sebelum bulan suci tiba. (*)
